NewsTicker

Putin Kecam Upaya Barat Rusak Prestasi Medis Rusia

Beberapa negara bahkan tidak berusaha menyembunyikan pendekatan mereka yang tidak ramah, karena mereka mengejar kampanye informasi berdasarkan teori konspirasi

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Rabu (24/02) bahwa ada kampanye informasi di Barat, yang bertujuan merusak pencapaian negara itu dalam ilmu kedokteran.

“Kita… dihadapkan apa yang disebut kebijakan menahan Rusia. Sebenarnya ini adalah fakta lama yang terkenal. Saya tidak mengacu pada persaingan yang wajar dalam hubungan internasional, saya berbicara tentang kebijakan agresif yang konsisten yang bertujuan untuk menghambat pembangunan kita, menghentikannya,… memprovokasi ketidakstabilan domestik dan merusak nilai-nilai yang menyatukan masyarakat Rusia,” kata Putin. Dihadapan Dinas Keamanan Federal Rusia.

“Beberapa negara bahkan tidak berusaha menyembunyikan pendekatan mereka yang tidak ramah, karena mereka mengejar kampanye informasi berdasarkan teori konspirasi,” lanjut Presiden Rusia itu sebagaimana dikutip Sputnik.

BACA JUGA:

“Ada kampanye informasi yang ditargetkan melawan kita, dengan tuduhan tak beralasan yang terkait dengan berbagai masalah, bahkan sudah beralih ke absurd, saya bahkan akan mengatakan teori konspirasi anekdot. Misalnya, kita baru-baru ini menyaksikan upaya mendiskreditkan pencapaian medis kita, termasuk dalam memerangi virus corona, ” kata Putin lebih jauh.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Lithuania, Ingrida Šimonytė, mengklaim bahwa vaksin Rusia adalah “senjata hibrida [Moskow] untuk (politik) memecah belah dan memerintah”. Pejabat itu juga mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak bermaksud menggunakan vaksin itu untuk menyembuhkan orang-orang Rusia sendiri.

Kedutaan Besar Rusia di Lithuania menjawab dengan mengatakan bahwa vaksin Sputnik V telah membuktikan kemanjurannya dan diakui di tingkat internasional, meskipun terdapat disinformasi dan pernyataan bias dari negara-negara barat. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: