Biden Tak Sebut Nama Khashoggi Dalam Pembicaraan dengan Raja Salman

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden AS Joe Biden tidak menyebut nama Khashoggi saat berbicara dengan Raja Arab Saudi Salman, meski pembicaraan dilakukan menjelang publikasi laporan intelijen AS yang diperkirakan akan melibatkan putra mahkota Saudi dalam pembunuhan kolumnis Washington Post itu pada 2018 lalu.

Gedung Putih menyatakan bahwa dalam pembicaraan, Biden menegaskan kepentingan AS “menegakkan” hak asasi manusia universal dan supremasi hukum.

Biden menelepon setelah membaca laporan AS yang akan segera dirilis tentang pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi dan ditengah klaimnya untuk berusaha menempatkan hubungan dengan sekutu lama Amerika itu pada pijakan baru.

BACA JUGA:

Laporan BBC pada Jum’at (26/02) mengatakan bahwa tidak disebutkan nama Khashoggi dalam pernyataan Gedung Putih tetapi dikatakan: “Presiden mencatat secara positif pembebasan beberapa aktivis Saudi-Amerika dan Loujain al-Hathloul baru-baru ini dari tahanan, dan menegaskan pentingnya Amerika Serikat menegakkan hak asasi manusia universal dan supremasi hukum.”

Aktivis hak-hak perempuan Saudi Loujain Hathloul dibebaskan bulan ini setelah hampir tiga tahun ditahan, tetapi tetap dikenakan larangan perjalanan dan dilarang berbicara kepada media.

Kedua pemimpin itu membahas “kemitraan jangka panjang antara Amerika Serikat dan Arab Saudi”, dan ancaman yang ditimbulkan terhadap Arab Saudi oleh kelompok-kelompok pro-Iran.

“Presiden mengatakan kepada Raja Salman bahwa ia akan bekerja untuk membuat hubungan bilateral sekuat dan transparan mungkin,” kata pernyataan itu.

“Kedua pemimpin menegaskan sifat historis dari hubungan tersebut dan setuju untuk bekerja sama dalam masalah yang menjadi perhatian dan kepentingan bersama.” (ARN)

About Arrahmahnews 31374 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.