NewsTicker

Zarif: Perilaku AS Dorong Iran Menjauh dari JCPOA

"AS mengakui bahwa hanya setelah mereka 'meninggalkan JCPOA, Iran (mulai) mengambil langkah' sementara sampai saat itu 'Iran memenuhi batasannya,'" ujar Zarif

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri luar negeri Iran menegaskan kembali bahwa tindakan Amerika Serikat adalah alasan utama yang mendorong negaranya untuk menangguhkan komitmen berdasarkan perjanjian nuklir 2015, mendesak Washington untuk mencabut sanksi ilegalnya untuk “menghilangkan penyebab” kebuntuan atas program nuklir Teheran.

“AS mengakui bahwa hanya setelah mereka ‘meninggalkan JCPOA, Iran (mulai) mengambil langkah’ sementara sampai saat itu ‘Iran memenuhi batasannya,'” ujar Zarif melalui postingan Twitternya, menggunakan akronim kesepakatan nuklir.

Komentar Menteri luar negeri itu disampaikan menanggapi pernyataan baru-baru ini oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, yang mengakui bahwa Iran tetap mematuhi JCPOA sebelum kesepakatan itu dibatalkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump.

“Perilaku AS itulah — PENYEBABnya — tidak berubah,” kata Zarif.

BACA JUGA:

Zarif juga mengecam tiga penandatangan Eropa untuk JCPOA ( Inggris, Jerman dan Prancis) karena telah mengikuti kebijakan sanksi AS terhadap Iran dan memutuskan hubungan bisnis dengan Teheran selama tiga tahun terakhir.

Ia kemudian menuntut AS dan tiga negara Eropa bahwa jika mereka ingin Iran membatalkan tindakan pengabaian yang diambil berdasarkan Pasal 36 JCPOA dan kembali ke komitmen penuh di bawah JCPOA, mereka harus menghapus penyebab tindakan Iran dan bukannya justru meminta Iran untuk menghentikannya.

Berbicara pada jumpa pers pada hari Rabu, Price mengakui bahwa Iran mematuhi JCPOA sebelum penarikan AS, dan mengambil langkah-langkah pengabaian sesuai kesepakatan hanya setelah tindakan yang dinilai buruk itu.

BACA JUGA:

Trump menarik AS dari JCPOA pada Mei 2018, menyebutnya sebagai “kesepakatan terburuk yang pernah ada”, sementara Iran sepenuhnya mematuhi kesepakatan dan tetap demikian bahkan setahun setelah penarikan AS. Mantan presiden AS memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran untuk memaksa negara itu menegosiasikan kembali kesepakatan.

Iran, sebagai tanggapan, menunggu satu tahun untuk menungu para pihak lain dalam kesepakatan itu, khususnya tiga negara Eropa, untuk mengimbangi sanksi AS dan melindungi kepentingan Teheran. Tetapi karena E3 gagal mengambil tindakan yang berarti untuk melawan intimidasi AS itu, Iran mulai mengurangi komitmennya berdasarkan kesepakatan, sebuah langkah yang dilakukan sebagai bagian dari hak hukumnya yang diatur dalam Pasal 26 dan 36 JCPOA. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: