NewsTicker

Houthi: Perdamaian Nyata, atau Perang sampai Kemenangan

Pejabat Yaman tersebut menekankan bahwa Yaman menginginkan perdamaian yang nyata, atau perang sampai kemenangan tercapai

Houthi: Perdamaian Nyata, atau Perang sampai Kemenangan Mohammed Ali al-Houthi, anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COMPemerintah Yaman menegaskan tidak akan menyetujui tawaran perdamaian tidak tulus oleh AS. Mereka mendesak Amerika Serikat dan Inggris untuk terlebih dahulu menghentikan dukungan terhadap koalisi pimpinan Saudi yang mengobarkan perang di Yaman sebelum mendorong diakhirinya perang.

Berbicara kepada para peserta dalam unjuk rasa menentang agresi dan blokade koalisi Saudi atas Yaman di ibu kota Sana’a, pada hari Jumat, Mohammed Ali al-Houthi, anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman, menekankan bahwa rakyat Yaman akan terus membela “tanah air dan martabat” mereka.

BACA JUGA:

“Bangsa kita berkumpul hari ini di berbagai lapangan (di seluruh Yaman) untuk menunjukkan kesetiaan mereka kepada tanah air, perjuangan dan darah para syahid mereka,” katanya sebagaimana dikutip Al-Masirah, Sabtu (27/02).

Merujuk pada pertempuran Ma’rib, ia menekankan bahwa rakyat provinsi itu setia kepada pemerintah Sana’a.

Houthi: Perdamaian Nyata, atau Perang sampai Kemenangan

Mohammed Ali al-Houthi, anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman

“Kami terus mempertahankan tanah air dan martabat kami, rakyat terhormat Ma’rib tulus dalam hubungannya dengan ibu kota Republik Yaman, Sana’a”.

BACA JUGA:

Selama beberapa minggu terakhir, Ma’rib telah menjadi tempat operasi skala besar pasukan Yaman dan pejuang Komite Populer. Mereka berhasil mendesak mundur militan dukungan Saudi yang setia kepada mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi. Menteri Informasi Yaman Dhaifallah al-Shami mengatakan pembebasan Ma’rib akan menandai akhir dari agresi yang dipimpin Saudi.

Houthi meminta Arab Saudi untuk mempertahankan diri di dalam perbatasannya dan bukan di Marib. Kepada Emirat, ia menyuruh mereka pergi ke pulau-pulau mereka yang mereka klaim diduduki oleh Iran dan untuk melawan di sana.

“Arab Saudi harus mempertahankan diri di dalam perbatasannya dan bukan di Ma’rib,” kata al-Houthi.

Ia menekankan bahwa AS dan Inggris harus menghentikan dukungan militer untuk koalisi agresor pimpinan Saudi demi perdamaian di Yaman.

“Jika Biden menginginkan perdamaian, ia harus menarik para ahli yang memimpin pertempuran di Ma’rib, dan Inggris harus berhenti mempersenjatai pesawat yang menargetkan anak-anak kita di Ma’rib dan di berbagai wilayah lain,”ujar al -Houthi.

Al-Houthi menekankan bahwa Ma’rib selalu menjadi front terdepan Saudi sejak awal perang, namun saat itu Dewan Keamanan hanya diam. “Di mana sejak awal agresi? Mengapa sekarang bangkit untuk menyerukan diakhirinya pertempuran?” tanyanya.

Menyinggung Palestina, Al-Houthi mengutuk kejahatan berkelanjutan dari entitas musuh terhadap saudara-saudara Palestina, menganggap negara-negara agresi bertanggung jawab atas kelaparan yang dibicarakan Mark Lowcock.

Pejabat Yaman tersebut mengatakan bahwa Utusan Khusus AS untuk Yaman Timothy Lenderking dan Biden tidak memiliki rencana perdamaian, menekankan bahwa Yaman menginginkan “perdamaian yang nyata, atau perang sampai kemenangan tercapai”. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: