Amerika

Ini Alasan Kenapa Biden Bebaskan MBS dari Hukuman

Washington, ARRAHMAHNEWS.COM – Gedung Putih mengutip kepentingan nasional untuk membenarkan mengapa Presiden Joe Biden membiarkan putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS), lolos. Biden nampaknya tidak peduli dengan peran utama MBS dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

“Kami percaya ada cara yang lebih efektif untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi dan juga dapat memberikan ruang untuk bekerja dengan Saudi, di mana ada kesepakatan bersama – di mana ada kepentingan nasional Amerika Serikat,” Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada Dana Bash dari CNN tentang “State of the Union” pada hari Minggu pagi.

Baca: 

“Seperti itulah bentuk diplomasi,” tambah Psaki, yang menyebut pembunuhan Khashoggi sebagai “kejahatan mengerikan” pada awal bulan ini.

Sementara pada saat kampanye, Biden mengklaim bahwa pemerintahannya tidak akan “menjual lebih banyak senjata” kepada Saudi dan menjadikan mereka “paria” karena melancarkan perang yang menghancurkan di Yaman dan membunuh Khashoggi.

Pada hari Jumat, pemerintahan Biden merilis laporan intelijen yang tidak menunjukkan banyak bukti, yang mengatakan MBS secara langsung menyetujui operasi untuk melenyapkan Khashoggi, dengan alasan bahwa kendali MBS atas keamanan dan intelijen kerajaan sangat ketat sehingga membuatnya “sangat tidak mungkin pejabat Saudi akan melakukan operasi seperti ini tanpa izin putra mahkota.”

Rilis laporan itu diikuti oleh pembatasan visa terhadap 76 orang Saudi yang terlibat dalam pelecehan aktivis dan jurnalis, tetapi janji Biden untuk menghukum para pemimpin tertinggi Saudi benar-benar diabaikan. Keputusan tersebut telah dikecam secara luas oleh para pendukung hak asasi manusia.

Selama wawancara pada hari Minggu, Bash mendesak Psaki tentang mengapa Gedung Putih menghukum mereka yang berada di bawah putra mahkota tetapi tidak pada MBS sendiri.

“Jadi, bukankah menghukum mereka seperti menghukum pembunuh bayaran dan bukan bos mafia yang benar-benar melakukan pukulan?” Bash bertanya.

“Pertama, Dana, secara historis dan bahkan dalam sejarah baru-baru ini, pemerintahan Demokrat dan Republik, belum ada sanksi yang diberlakukan untuk para pemimpin pemerintah asing di mana kita memiliki hubungan diplomatik dan bahkan di mana kita tidak memiliki hubungan diplomatik,” Psaki mengklaim secara salah.

BacaYaman: Serangan ke Target Saudi akan Terus Berlanjut sampai Blokade Dicabut

Di akhir wawancara, Psaki menegaskan kembali bahwa kepentingan nasional Amerika Serikat lebih diutamakan daripada masalah HAM ketika berhadapan dengan negara lain.

“Jelas, hubungan kita dengan Arab Saudi adalah salah satu kepentingan Amerika Serikat yang harus dipertahankan meski akan ditinjau ulang,” katanya. (ARN)

Sumber: PressTV

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: