NewsTicker

Israel Perpanjang Penahanan Administratif 2 Tokoh Palestina

Zabarqa menggambarkan sesi pengadilan hari Rabu kemarin sebagai formalitas belaka, mencela pengadilan karena menyetujui apa yang diminta dinas keamanan.

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM – Israel memperpanjang penahanan dua pejabat dan mantan pejabat Palestina dibawah klaim aturan penahanan administratif, suatu bentuk pemenjaraan di mana individu tersebut tidak pernah diadili dan dapat ditahan tanpa batas waktu.

“Pengadilan Israel memperpanjang kurungan isolasi Sheikh Ra’ed Salah selama enam bulan lagi,” lapor Pusat Informasi Palestina dalam sebuah laporan pada hari Kamis (04/03).

Beberapa hari sebelumnya, pengacaranya Khaled Zabarqa mengungkap bahwa rezim Tel Aviv bermaksud menahan dalam isolasi Syekh Salah, pemimpin cabang utara Gerakan Islam, dengan dalih keamanan yang dibuat-buat.

“Ia telah diisolasi sejak enam bulan lalu dan hari ini pengadilan memperpanjangnya selama enam bulan lagi, yang berarti ia akan menghabiskan satu tahun penuh di sel isolasi,” kata Zabarqa.

BACA JUGA:

“Otoritas keamanan Israel mengklaim bahwa pejabat Palestina itu dapat menjadi ancaman keamanan bagi rezim jika ia ditahan dengan narapidana lain,” ujar pengacaranya menambahkan.

Zabarqa menggambarkan sesi pengadilan hari Rabu kemarin sebagai formalitas belaka, mencela pengadilan karena menyetujui apa yang diminta dinas keamanan tanpa melihat kebenaran dari tuduhan mereka dan tidak peduli tentang dampak putusannya terhadap kliennya.

“Israel menuntut Salah karena ideologi dan keyakinan agamanya dan bukan karena pelanggaran pidana,” tegas pengacara itu.

Pejabat Palestina yang ditahan Khaled Abu Arafa (kiri) dan Sheikh Ra’ed Salah (kanan)

Secara terpisah pada hari Rabu, pengadilan di wilayah pendudukan Yerusalem al-Quds memperpanjang penahanan administratif terhadap Khaled Abu Arafa, mantan menteri urusan al-Quds Palestina, selama empat bulan lagi, tanpa pengadilan atau dakwaan.

BACA JUGA:

Agen mata-mata Israel Shin Bet menangkap Abu Arafa, 59 tahun, pada November tahun lalu setelah memanggilnya untuk diinterogasi di pusat penahanan Ofer dekat Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki.

Seminggu kemudian, pengadilan Israel di Yerusalem al-Quds memperpanjang penahanannya selama beberapa hari sebelum mengeluarkan perintah penahanan administratif selama empat bulan terhadap mantan menteri tersebut.

Pejabat Palestina tersebut sejauh ini telah berada di penjara Israel beberapa kali. Ia diasingkan dari Yerusalem al-Quds setelah dibebaskan pada tahun 2014. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: