Menlu Iran ke AS: Tak Ada Negoisasi Ulang JCPOA, Titik!

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri luar negeri Iran sekali lagi dengan tegas menolak negosiasi ulang kesepakatan nuklir yang dicapai oleh Teheran dan enam kekuatan dunia pada tahun 2015, mendesak semua pihak untuk segera melaksanakan kesepakatan dan berhenti melakukan pencitraan.

“JCPOA tidak dapat dinegosiasikan ulang — Titik!” kata Mohammad Javad Zarif melalui akun Twitter-nya pada hari Kamis, mengacu pada perjanjian nuklir bersejarah tahun 2015. Ia menambahkan, “Jika 2021 itu bukan 2015, maka itu juga bukan 1945. Jadi, mari kita ubah Piagam PBB & hapus veto yang sering disalahgunakan oleh AS.”

Komentar Zarif ini menanggapi Wendy Sherman, calon wakil menteri luar negeri Presiden AS Joe Biden, yang sebelumnya mengatakan bahwa fakta di lapangan telah berubah sejak perjanjian nuklir ditandatangani, menyerukan kesepakatan yang “lebih kuat”.

BACA JUGA:

“Saya akan mencatat bahwa 2021 bukanlah 2015, ketika kesepakatan itu disetujui, atau 2016, ketika itu diterapkan,” kata Sherman dalam sidang konfirmasi Senat pada hari Rabu. “Fakta di lapangan telah berubah, geopolitik kawasan telah berubah, dan jalan ke depan juga harus berubah.”

Zarif mengatakan “mari hentikan pencitraan” dan mulai menerapkan JCPOA, yang dilakukan antara Iran dan enam kekuatan dunia, termasuk AS, Prancis, Jerman, Inggris, Rusia, dan China, dan ditinggalkan secara sepihak oleh AS pada Mei 2018.

Wendy Sherman

Sherman, yang sebelumnya membantu menegosiasikan JCPOA, menyebut bahwa Biden tidak meninggalkan janji kampanyenya untuk masuk kembali ke kesepakatan, hanya saja tujuan presiden AS adalah menuju ke “kesepakatan yang lebih lama dan lebih kuat.”

Teheran telah berulang kali mengesampingkan setiap negosiasi ulang dari kesepakatan yang sudah dinegosiasikan. Iran mengatakan satu-satunya cara untuk menyelamatkan JCPOA adalah AS mencabut sanksi terhadap Iran dan bergabung kembali dengan perjanjian tersebut.

BACA JUGA:

Republik Islam juga bertahan hampir tiga tahun dari kebijakan “tekanan maksimum” mantan Presiden AS Donald Trump. Kebijakan itu diterapkan untuk memaksa Iran menegosiasikan kembali “kesepakatan yang lebih baik” daripada JCPOA.

Sherman juga menyarankan bahwa Washington harus tetap mempertahankan beberapa sanksi illegal mereka terhadap Iran, bahkan jika AS kembali ke JCPOA. Langkah ini telah diperingatkan oleh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei.

Sebelumnya pada hari Kamis, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Amerika Serikat telah melanggar JCPOA. Washington yang harus mengambil langkah-langkah praktis untuk bergabung kembali dengan kesepakatan tersebut dan mencabut semua sanksi yang telah diberlakukan kembali terhadap Teheran. (ARN)

About Arrahmahnews 31262 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.