NewsTicker

Pengadilan Turki Tolak Akui Laporan AS soal Pembunuhan Khashoggi

Cengiz didampingi seorang diplomat Jerman, menghadiri sidang ketiga dan meminta pengadilan untuk menambahkan laporan AS itu ke dalam berkas bukti perkara.

Hatice Cengiz menghadiri sidang ketiga dalam persidangan

Turki, ARRAHMAHNEWS.COM – Pengadilan Turki pada Hari Kamis (04/03) menolak untuk mengakui laporan AS yang menyalahkan putra mahkota kerajaan atas pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi. Ini  meskipun ada petisi dari tunangan jurnalis tersebut, Hatice Cengiz.

Pengadilan di Istanbul tengah mengadili dua mantan ajudan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam kasus yang kini kembali menyedot perhatian setelah AS merilis laporan yang tidak diklasifikasikan atas pembunuhan Oktober 2018 tersebut.

Khashoggi, warga negara AS sekaligus jurnalis dan kritikus terkemuka Saudi, dibunuh dan dimutilasi di dalam konsulat kerajaan di Istanbul. Ia pergi ke sana untuk mendapatkan dokumen pernikahannya dengan Cengiz.

Dilaporkan Middle East Eye, Cengiz dengan didampingi seorang diplomat Jerman, menghadiri sidang ketiga dalam persidangan tersebut dan meminta pengadilan untuk menambahkan laporan AS itu ke dalam berkas bukti perkara.

Hatice Cengiz menghadiri sidang ketiga dalam persidangan

BACA JUGA:

Namun hakim ketua menolak petisinya dengan alasan bahwa itu tidak akan berguna bagi persidangan.

Laporan intelijen AS “secara langsung mengaitkan tanggung jawab pembunuhan itu kepada putra mahkota. Oleh karena itu, kami ingin ini dipertimbangkan oleh pengadilan,” kata Cengiz kepada wartawan setelah sidang.

Jaksa Turki menuduh mantan wakil kepala intelijen Saudi Ahmed al-Assiri dan mantan raja media kerajaan Saud al-Qahtani memimpin operasi tersebut dan memberi perintah kepada regu pembunuh Arab Saudi.

BACA JUGA:

Laporan AS yang tidak diklasifikasikan mengatakan Washington memiliki alasan untuk menyimpulkan bahwa Pangeran Mohammed, yang juga dikenal sebagai MBS, “menyetujui” operasi itu. Ini sesuai dengan kebiasaannya “menggunakan tindakan kekerasan untuk membungkam para pembangkang di luar negeri”.

Setelah rilis laporan pekan lalu Cengiz mengatakan bahwa putra mahkota harus dihukum tanpa penundaan. Ia menambahkan “tidak ada lagi legitimasi politik” untuk sang Pangeran.

Pada hari Senin, Reporters Without Borders mengajukan tuntutan pidana 500 halaman terhadap MBS di Jerman, menuduhnya melakukan “kejahatan terhadap kemanusiaan” dalam pembunuhan Khashoggi dan pemenjaraan jurnalis lainnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: