NewsTicker

Perlawanan Irak: Konfrontasi Satu-satunya Pilihan Hadapi AS

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah 10 roket Grad menghantam pangkalan udara Ain al-Assad yang menampung pasukan Amerika di provinsi Anbar, Irak barat.

Frank McKenzie, komandan CENTCOM AS di Timteng

Irak, ARRAHMAHNEWS.COM Kelompok perlawanan Irak telah mengumumkan fase baru perlawanan terhadap pasukan AS di negara itu, bersumpah akan terus melancarkan konfrontasi dengan para penjajah sampai pembebasan Irak.

“Perlawanan melihat konfrontasi sebagai satu-satunya pilihan yang menjamin kebebasan, martabat dan harga diri Irak,” kata badan koordinasi untuk faksi perlawanan Irak dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (04/03) sebagaimana dikutip Al-Mayadeen.

“Kami menghadapi halaman baru dari halaman-halaman perlawanan, di mana senjata perlawanan akan mencapai semua pasukan pendudukan dan pangkalannya di setiap bagian tanah air,” kata mereka.

citra satelit pasca serangan AS ke pangkalan Hashd Al-Shaabi di perbatasan Irak-Suriah

Memuji serangan baru-baru ini terhadap “pasukan pendudukan”, pernyataan itu menambahkan bahwa “perlawanan memiliki hak hukum dan nasional serta mendapat dukungan rakyat untuk semua itu, tetapi tidak akan menargetkan misi diplomatik.”

BACA JUGA:

“Perlawanan Irak adalah keputusan orang-orang Irak, dan pilihannya adalah pilihan rakyat Irak, dan mereka akan melanjutkan perjuangan dan pengorbanan sampai Irak dibebaskan dari sampah pendudukan,” katanya.

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah 10 roket Grad menghantam pangkalan udara Ain al-Assad yang menampung pasukan Amerika di provinsi Anbar, Irak barat. Insiden tersebut menyebabkan tewasnya dua kontraktor Amerika dan melukai enam orang. Serangan ini juga mengakibatkan kerusakan material pada kedua bagian pos terdepan.

BACA JUGA:

Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada Press TV bahwa delapan dari proyektil menghantam “bagian-bagian” dari pangkalan Amerika. Dua lainnya mengenai bagian yang ditempati koalisi pimpinan AS.

Penggerebekan itu dilakukan beberapa hari setelah militer AS menargetkan posisi Unit Mobilisasi Populer (PMU), yang dikenal sebagai Hashd al-Sha’abi, di perbatasan Irak-Suriah, tempat mereka terlibat dalam memerangi sisa-sisa kelompok teroris Daesh/ISIS. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: