NewsTicker

Drone Yaman Kembali Bombardir Saudi, ke-3 Kali dalam 24 Jam

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Militer Yaman mengatakan telah sekali lagi meluncurkan serangan pesawat tak berawak yang berhasil menargetkan Pangkalan Udara King Khalid di barat daya Arab Saudi sebagai pembalasan atas agresi militer dan blokade rezim Riyadh yang terus berlangsung terhadap negara miskin itu.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, mengatakan pada Jumat malam bahwa pasukan tentara dan pejuang sekutu dari Komite Populer melakukan serangan terhadap sasaran penting di pangkalan udara dengan dua drone tempur Sammad-3 (Invincible-3) yang dikembangkan di dalam negeri.

Jaringan televisi Yaman Al-Masirah melaporkan pernyataan Sare’e bahwa target yang ditetapkan telah berhasil dicapai selama operasi semalam terhadap Pangkalan Udara King Khalid, yang terletak di dekat Khamis Mushait, sekitar 884 kilometer selatan ibu kota Saudi, Riyadh.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah lima drone Qasef-2K Yaman berhasil menghantam pangkalan udara tersebut, kata laporan itu lebih lanjut. Laporan menambahkan bahwa sebelumnya pada hari Jumat, tiga drone Yaman, dari jenis Sammad-3 dan Qasef-2k, juga menghantam pangkalan udara yang sama dan Bandara Internasional Abha di Asir, Arab Saudi.

Pada hari Kamis, militer Yaman juga berhasil mencapai target yang ditentukan di fasilitas minyak Saudi Aramco di Jeddah dengan rudal jelajah tipe Quds-2 yang dikembangkan dalam negeri.

Pasukan Yaman sejauh ini telah meluncurkan beberapa serangan rudal balasan terhadap fasilitas Saudi Aramco jauh di dalam kerajaan Arab itu, menyebabkan kerusakan pada perusahaan minyak tersebut.

BACA JUGA:

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan perang di Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan menekan pemberontakan rakyat yang telah menggulingkan rezim sekutu Riyadh.

Angkatan bersenjata dan kelompok rakyat Yaman telah berhasil mempertahankan dan menangani negaranya sejak saat itu.

Tetapi perang dan blokade yang dipimpin Saudi telah menciptakan krisis kemanusiaan di Yaman. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan lebih dari 24 juta orang Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 10 juta orang yang menderita kelaparan parah. Badan dunia itu juga menyebut situasi di Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: