NewsTicker

PBB: UEA Belum Berikan Bukti Putri Latifa masih Hidup

Saat menanggapi pertanyaan tentang apakah bukti itu telah diberikan, Juru Bicara PBB Robert Colville mengatakan kepada wartawan, "Belum, tidak."

PBB, ARRAHMAHNEWS.COM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkonfirmasi mereka belum menerima bukti dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) bahwa Sheikha Latifa masih hidup.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (UNHCHR) telah meminta bukti bahwa putri penguasa Dubai, Sheikh Mohammed Bin Rashid Al-Maktoum, masih hidup. Namun, menurut laporan MEMO pada Sabtu (06/03), saat menanggapi pertanyaan tentang apakah bukti itu telah diberikan, Juru Bicara PBB Robert Colville mengatakan kepada wartawan, “Belum, tidak.”

Februari lalu, BBC mempublikasikan video Sheikha Latifa di mana ia mengatakan bahwa dirinya sedang “disandera”.

Sang putri membuat pengaduan ini, dalam video yang direkam di kamar mandi. Latifa mengatakan kamar mandi adalah satu-satunya tempat di mana ia bisa mengunci pintu. Ia menyebut bahwa pintu kamarnya tidak memiliki kunci sehingga ia tidak bisa menutupnya.

BACA JUGA:

Sheikha Latifa mengatakan bahwa ia disandera di sebuah vila dan bahwa tempat itu telah berubah menjadi penjara dengan jendela tertutup yang tidak dapat dibuka, dengan lima petugas polisi di luar dan dua polisi wanita di dalam rumah, menambahkan bahwa dia bahkan tidak dapat keluar untuk menghirup udara segar.

Dalam video tersebut, sang putri menyatakan bahwa ia takut akan hidupnya dan tidak tahu bagaimana nasibnya nanti, karena situasinya semakin memburuk setiap hari.

Inggris mengklaim telah meminta bukti bahwa Sheikha Latifa masih hidup. Ketika Menlu Inggris Dominic Raab ditanyai di Sky TV, ia setuju bahwa UEA harus memberikan bukti sang putri masih hidup.

BACA JUGA:

“Berdasarkan apa yang telah kami lihat, saya pikir orang-orang, sebagai sesama manusia, ingin memastikan bahwa ia masih hidup dan sehat. Tentu saja, menurut saya ini adalah naluri alami dan kami pasti menyambutnya,” katanya.

Raab mengatakan kepada BBC bahwa video itu “sangat memprihatinkan”, mengingat bahwa PBB sedang menindaklanjuti masalah tersebut. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: