NewsTicker

Iran Bantah Terlibat dalam Serangan ke Pangkalan AS di Irak

Iran membantah terlibat dalam serangan baru-baru ini ke pangkalan militer AS di Irak, tetapi pada saat yang sama mengecam serangan udara AS ke pasukan Irak

Iran Bantah Terlibat dalam Serangan ke Pangkalan AS di Irak Foto Penampakan Lubang besar pasca serangan ke Pangkalan Militer AS di Irak

Tehran, ARRAHMAHNEWS.COMIran membantah terlibat dalam serangan baru-baru ini terhadap pangkalan militer AS di Irak, tetapi pada saat yang sama mengecam serangan udara Amerika terhadap pasukan Irak sebagai pelanggaran hukum internasional.

Dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Kepala Dewan Keamanan PBB, duta besar Iran untuk PBB Majid Takht-Ravanchi dengan tegas membantah upaya mitranya dari Amerika yang menuduh Iran mendukung “kelompok populer” di Irak.

BACA JUGA:

“Republik Islam Iran tidak secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam serangan bersenjata apa pun terhadap individu atau kepentingan AS di Irak,” katanya.

Iran Bantah Terlibat dalam Serangan ke Pangkalan AS di Irak

Foto Penampakan Lubang besar pasca serangan ke Pangkalan Militer AS di Irak

 

“Oleh karena itu, kami menyangkal klaim apapun tentang keterlibatan implisit atau eksplisit kami dalam serangan terhadap pasukan Amerika di Irak. Tuduhan seperti itu sama sekali tidak berdasar, tidak valid, dan salah,” tambah utusan Iran itu.

Dalam suratnya pada hari Minggu, Takht-Ravanchi juga menekankan bahwa Iran mengutuk serangan tidak sah AS pada 25 Februari terhadap pasukan Irak di sepanjang perbatasan Suriah.

BACA JUGA:

“Tindakan berbahaya semacam itu, yang secara keliru dibenarkan berdasarkan interpretasi yang sewenang-wenang terhadap pasal 51 piagam PBB, dianggap melanggar kedaulatan negara-negara kawasan, dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan piagam PBB,” katanya.

Dia memperingatkan bahwa serangan semacam itu hanya memperburuk situasi kawasan yang sudah tegang, dan pada dasarnya hanya melayani kepentingan kelompok teroris di negara-negara tersebut. (ARN)

Sumber: Press TV

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: