NewsTicker

Atas Permintaan AS, UEA Mainkan Agenda Destruktif di Irak

UEA menerima file Irak atas permintaan AS dan entitas Zionis.Abu Dhabi menjalankan "regu kematian" di banyak provinsi di berbagai negara di seluruh dunia.

Anggota parlemen Irak Kazem al-Sayadi

Irak, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang anggota parlemen Irak mengungkap bahwa Uni Emirat Arab, atas permintaan Amerika Serikat dan rezim Israel, sedang melaksanakan agenda “destruktif” di Irak untuk “mengguncang negara.”

Kazem al-Sayadi mengatakan hal ini pada hari Rabu (17/03). Ia menyebut bahwa campur tangan Emirat dalam urusan dalam negeri Irak sekarang menjadi rahasia umum.

“UEA menerima file Irak atas permintaan AS dan entitas Zionis [rezim Israel] setelah Daesh menduduki sejumlah provinsi,” katanya sebagaimana dikutip Press TV. Ia menekankan bahwa Abu Dhabi menjalankan “regu kematian” di banyak provinsi di berbagai negara di seluruh dunia.

BACA JUGA:

Sayadi menambahkan bahwa Penasihat Keamanan Nasional UEA, Tahnoun bin Zayed Al Nahyan, “membeli posisi di kementerian (Irak) dan menugaskannya ke tokoh-tokoh korup” untuk mengimplementasikan agenda Emirat yang “merusak”, yang bertujuan untuk “menggoyahkan keamanan” di selatan dan tengah Irak, dan untuk “menargetkan” Unit Mobilisasi Populer (PMU) atau lebih dikenal sebagai Hashd al-Sha’abi.

Anggota parlemen Irak Kazem al-Sayadi

PMU adalah organisasi paramiliter yang disponsori pemerintah. Terdiri dari sekitar 40 faksi pasukan kontra-terorisme sukarela, termasuk sebagian besar kelompok Muslim Syiah, selain Muslim Sunni, Kristen, dan Kurdi.

Pembentukan PMU dimulai pada musim panas 2014. Tak lama setelah Daesh, kelompok teror paling terkenal di dunia, menunjukkan wajahnya dan berhasil menduduki sebagian besar wilayah di Irak.

Kekuatan rakyat memainkan peran utama dalam pembebasan seluruh tanah Irak dari kendali teroris pada Desember 2017.

BACA JUGA:

“Tim Emirat yang akan mengawasi dinas intelijen Irak bertujuan untuk mengontrol semua informasi keamanan Irak,” kata Sayadi.

Pernyataan ini disampaikan Sayadi setelah muncul laporan bahwa tim keamanan Emirat telah tiba di Irak untuk mengelola dinas intelijen Irak.

Qais Khazali, pemimpin gerakan anti-teror Irak Asa’ib Ahl al-Haq, juga telah memperingatkan konspirasi melawan Irak yang dilakukan oleh tim keamanan Emirat. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: