NewsTicker

Kecam PBB, Sana’a: Perang Yaman adalah Agresi Asing, Bukan Perang Saudara

PBB mengingkari kenyataan di Yaman. Bahwa perang di Yaman adalah agresi eksternal yang didukung oleh tentara bayaran di dalam negeri, bukan perang saudara.

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Wakil Menteri Luar Negeri Yaman, Hussein Al-Ezzi menegaskan bahwa permintaan PBB kepada Sanaa saja untuk melaksanakan gencatan senjata adalah tidak realistis. Ini karena perang terjadi antara dua pihak dan permintaan harus disampaikan kepada kedua belah pihak juga.

Hussein Al-Ezzi menyampaikan dalam jumpa pers yang digelar di ibu kota, Sana’a, Rabu (17/03) tentang perkembangan politik terkini. Ia menegaskan bahwa Sana’a bukanlah pihak yang mendahului perang dan (bahkan) tidak menggunakan hak penuhnya untuk menanggapi, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa harus memahami fakta ini.

“Semua bentuk perang dan pengepungan telah dilakukan terhadap orang-orang Yaman….dan Perserikatan Bangsa-Bangsa diam di depan semua ini. menunjukkan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa mengingkari kenyataan di Yaman. Bahwa perang di Yaman adalah agresi eksternal yang didukung oleh tentara bayaran di dalam negeri, bukan perang saudara.

Ia menekankan bahwa Sana’a belum menerima visi yang benar untuk perdamaian sampai saat ini.

BACA JUGA:

Wakil Menteri Luar Negeri Yaman itu juga menyatakan penyesalan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa memilih untuk mengadopsi narasi dari militan bayaran koalisi di Marib sehubungan dengan pengungsi, dan tidak memperdulikan pengungsi di tempat lain di Yaman. Mempertanyakan sikap seperti ini.

“(Sikap) PBB yang mengadopsi narasi tentara bayaran di Marib mengenai pengungsi dan meninggalkan pengungsi di tempat lain menimbulkan pertanyaan,” katanya sebagaimana dikutip Al-Masirah.

Wamenlu Yaman itu juga menambahkan bahwa utusan PBB di Dewan Keamanan mendistorsi kebenaran dengan mengatakan seolah-olah serangan Saudi ke Sana’a adalah tanggapan dari serangan Yaman ke Saudi, sesuatu yang dengan jelas diketahui oleh utusan tersebut dal oleh seluruh dunia merupakan kebohongan.

BACA JUGA:

“Kami mencela dia karena mencampurkan masalah kemanusiaan dengan politik dan menjadikan masalah kemanusiaan di tangan lawan sebagai alat pemerasan politik,” tambahnya.

Al-Ezzi kembali menegaskan bahwa masalah kapal dan pelabuhan Hodeidah sudah diselesaikan dalam Perjanjian Stockholm.

Mengenai masalah imigran, Wakil Menteri Luar Negeri menyatakan penyesalan yang mendalam atas kecelakaan di pusat penampungan migran di Sana’a, menjelaskan bahwa “jumlahnya dibesar-besarkan dan insiden itu disalahgunakan secara politik.”

Ia membenarkan bahwa korban adalah 44 imigran dan yang terluka 193 orang, sebagian besar sudah meninggalkan rumah sakit, dan penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: