NewsTicker

Ehud Olmert: Hubungan Israel-UEA sudah Terjalin di Masa Ariel Sharon

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM – Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengungkap bahwa hubungan antara “Israel” dan UEA telah terjalin selama lebih dari 10 tahun. Dimulai pada era Ariel Sharon dan berlanjut selama masa jabatannya.

Ehud Olmert mengkonfirmasi hal ini selama konferensi pemilu yang diselenggarakan oleh “Jerusalem Post” dan “Maariv”. Olmert mengatakan bahwa ia mengunjungi UEA empat atau lima kali, dan beberapa dari kunjungan ini terjadi dalam periode sebelum pengumuman normalisasi. Ia menambahkan bahwa dirinya memilih untuk tidak mengumumkannya pada saat itu karena ini adalah masalah sensitif, meskipun faktanya sudah ada hubungan dekat dengan Emirates.”

Mengenai permusuhan Israel dengan Iran, Olmert menambahkan bahwa, “UEA sangat senang dengan hubungan ini dengan Israel, tetapi menurut saya, mereka tidak antusias memasuki perang ancaman dan fitnah terhadap Iran.”

BACA JUGA:

Dalam konferensi yang dilaporkan Al-Maloomah itu, Olmert juga berkomentar mengenai kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang dibatalkan selama beberapa jam terakhir ke UEA. Diluar dugaan, Olmert menyebut bahwa pihak Emiratlah yang takut dengan kunjungan Netanyahu yang mendekati tanggal pemilihan. Ini karena jelas bahwa kunjungannya ke UEA selama beberapa jam itu hanya bertujuan untuk keperluan kampanye.

“Ia datang untuk mempromosikan kampanye pemilihannya, dan ketakutan (para pemimpin Emirat) adalah bahwa selama kunjungannya di sana, dan di hadapan para pemimpin senior Emirate nantinya, hal-hal yang dapat merusak hubungan Emirat dengan Iran akan dikatakan (oleh Netanyahu). Oleh karena itu, mereka tidak antusias tentang kunjungan ini,” tambah Olmert.

Pada 15 September 2020, Israel dan UEA menandatangani perjanjian tentang normalisasi hubungan dalam upacara resmi yang diadakan di Gedung Putih.

Setelah itu, pada 24 Januari, kabinet UEA menyetujui pendirian kedutaan besar di Tel Aviv.

Israel menunjuk Eitan Na’eh untuk memimpin misi sementara di Abu Dhabi sampai utusan tetap ditugaskan. Kesepakatan ini dikecam secara luas oleh dunia Islam. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: