NewsTicker

China ke AS: Jangan Remehkan Kegigihan Kami

Meskipun Beijing mengikuti prinsip tidak ada konfrontasi dan konflik, mereka akan tetap teguh pada masalah kebijakan dan kepentingan domestiknya di kawasan

China, ARRAHMAHNEWS.COM – Diplomat tinggi China yang menghadiri pertemuan dengan para pejabat Amerika Serikat di Alaska, menekankan bahwa mereka akan tetap teguh dalam membela kepentingan nasional negaranya.

“Ada begitu banyak perbedaan besar di antara kedua belah pihak,” kata pejabat kebijakan luar negeri China Yang Jiechi kepada para wartawan di Alaska.

Yang, yang berbicara kepada pers bersama menteri luar negeri China, Wang Yi, menegaskan bahwa meskipun Beijing percaya kedua negara harus mengikuti prinsip tidak ada konfrontasi dan konflik, mereka akan tetap teguh pada masalah yang melibatkan kebijakan dan kepentingan domestiknya di kawasan.

Kami telah menegaskan kembali kepada AS sekali lagi ,[bahwa] kedaulatan dan wilayah adalah masalah prinsip … Kami berharap AS tidak meremehkan tekad China untuk mempertahankan wilayahnya, untuk melindungi rakyatnya dan mempertahankan kepentingannya yang sah,” kata Wang sebagaimana dikutip RT.

BACA JUGA:

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, yang mewakili Gedung Putih pada pertemuan di Anchorage bersama dengan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, menyoroti “sejumlah area di mana [Washington dan Beijing] secara fundamental berselisih.”

Di antara area tersebut, pejabat AS itu sekali lagi menyinggung masalah Xinjiang. Washington dan sekutu Baratnya sering menuduh Beijing melakukan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut. Tuduhan yang dibantah keras oleh China dan dikatakan benar-benar konyol serta sepenuhnya bertentangan dengan fakta.

Blinken juga menunjuk situasi di Hong Kong, bekas koloni Inggris di mana protes terhadap pemerintah pusat berlangsung. Awal pekan ini, Washington memberi sanksi kepada sejumlah pejabat China atas apa yang dipandangnya sebagai tindakan keras Beijing terhadap status semi-otonom kota itu, sementara China menganggapnya sebagai “campur tangan serius dalam urusan dalam negerinya”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: