NewsTicker

Disuntik Vaksin AstraZeneca, 2 Staf RS Denmark Alami Pembekuan Darah

Denmark mengungkapkan bahwa kedua staf mengalami masalah kurang dari empat belas hari setelah divaksinasi, detail insiden saat ini masih belum diketahui pasti.

Denmark, ARRAHMAHNEWS.COM – Dua staf rumah sakit di Denmark mengalami pembekuan darah dan pendarahan otak setelah mereka divaksinasi Covid-19 dengan suntikan AstraZeneca. Salah satunya kemudian meninggal dunia.

Denmark mengungkapkan pada hari Sabtu (20/03) bahwa kedua staf mengalami masalah kurang dari empat belas hari setelah divaksinasi. Namun, detail insiden saat ini masih belum diketahui pasti.

Menurut RT, laporan baru itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di Eropa mengenai apakah vaksin Covid-19 AstraZeneca bisa terkait dengan pembekuan darah.

BACA JUGA:

Setidaknya 10 kasus orang di Denmark yang mengalami pembekuan darah setelah menerima suntikan telah dilaporkan awal pekan ini. Masalah yang sama juga telah dilaporkan di seluruh Eropa. Namun, negara anggota Uni Eropa melanjutkan distribusi suntikan setelah penangguhan sementara dan penyelidikan menyimpulkan bahwa manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Finlandia, di sisi lain, menangguhkan distribusi vaksin pada hari Jumat setelah tercatat dua kasus tromboemboli pada penerima.

Ilmuwan Norwegia mengklaim bahwa pembekuan darah terkait dengan vaksin AstraZeneca, sementara regulator Prancis HAS (Haute Autorite de Sante) telah merekomendasikan bahwa vaksin hanya diberikan kepada mereka yang berusia di atas 55, mengutip “kemungkinan peningkatan risiko” pembekuan darah pada mereka yang lebih muda.

Beberapa pemimpin Eropa telah berusaha meredakan kekhawatiran tentang vaksin AstraZeneca dengan berjanji untuk menjadi yang lebih dahulu divaksin. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: