Sambut Ramadan, KPI Larang TV dan Radio Tampilkan Dai Organisasi Terlarang

Sambut Ramadan, KPI Larang TV dan Radio Tampilkan Dai Organisasi Terlarang
Screenshot Berita Tv One

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COMKomisi Penyiaran Indonesia (KPI) melarang lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio, untuk menampilkan pendakwah dari organisasi terlarang. Aturan itu dituangkan dalam Surat Edaran KPI Nomor 2 Tahun 2021 tentang pelaksanaan siaran pada bulan Ramadan.

Dalam poin 6 huruf d surat edaran itu, KPI menekankan pendakwah yang ditampilkan harus sesuai standar Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, KPI menekankan para pendakwah yang diundang harus menjunjung Pancasila.

BACA JUGA:

“Mengutamakan penggunaan dai/pendakwah yang kompeten, kredibel, tidak terkait organisasi terlarang sebagaimana telah dinyatakan hukum di Indonesia, dan sesuai dengan standar MUI, serta dalam penyampaian materinya senantiasa menjunjung nilai-nilai Pancasila”, seperti dikutip dari SE KPI Nomor 2 Tahun 2021, Senin (22/03/2021).

Sambut Ramadan, KPI Larang TV dan Radio Tampilkan Dai Organisasi Terlarang
Screenshot Berita Tv One

KPI tak merinci daftar organisasi terlarang yang dimaksud. Namun, Komisioner KPI Irsal Ambia membenarkan saat CNNIndonesia menyebut Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

 

Irsal menyampaikan aturan ini dibuat untuk mencegah polemik. KPI ingin acara dakwah di bulan Ramadan mendidik masyarakat, bukan justru menimbulkan kontroversi.

BACA JUGA:

“Ini bulan puasa, bulan Ramadan. Supaya menghindari polemik, maka kami susun poin seperti itu,” ujar Irsal saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Irsal menyarankan lembaga penyiaran berkonsultasi dengan MUI sebelum mengundang pendakwah sehingga, dai yang tampil sesuai surat edaran KPI.

Dia menyebut KPI akan bekerja sama dengan MUI untuk memantau lembaga penyiaran selama Ramadan. Bahkan, mereka akan memberi sanksi jika acara dakwah mengundang dai dari organisasi terlarang.

“Ada klarifikasi dan sebagainya, kalau memang itu terbukti, ya kita akan ambil tindakan”, tuturnya. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30645 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.