NewsTicker

Intensitas Serangan Yaman Paksa Saudi Tawarkan Gencatan Senjata

Arab Saudi mencoba menyembunyikan kekhawatiran, dengan membuat permohonan kerajaan untuk diakhirinya perang sebagai tawaran gencatan senjata.

Intensitas Serangan Yaman Paksa Saudi Tawarkan Gencatan Senjata Menteri Luar Negeri Saudi saat mengumumkan tawaran gencatan senjata dari Riyadh

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COMMenteri luar negeri kerajaan Arab Saudi mengumumkan tawaran gencatan senjata kepada Yaman. Mengatakan gencatan senjata ini nantinya akan berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Laporan yang dikutip Mehr News Agency menyebut bahwa meskipun menteri luar negeri Saudi telah mencoba untuk menyembunyikan kekhawatiran dengan membuat permohonan kerajaan untuk diakhirinya perang sebagai tawaran gencatan senjata, jelas bahwa serangan dalam beberapa bulan terakhir telah memberikan banyak tekanan pada Saudi dan koalisi mereka.

BACA JUGA:

Dalam pengumumannya dihadapan wartawan pada Senin malam (22/03), menteri luar negeri Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, mengatakan bahwa gencatan senjata yang diusulkan untuk Houthi ini nantinya direncanakan “untuk konflik secara keseluruhan”, termasuk memungkinkan bandara utama di ibukota Yaman, Sanaa, untuk dibuka kembali.

Intensitas Serangan Yaman Paksa Saudi Tawarkan Gencatan Senjata

Menteri Luar Negeri Saudi saat mengumumkan tawaran gencatan senjata dari Riyadh

“Ini akan berlaku “segera setelah Houthi menyetujuinya,” katanya dari ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Tawaran gencatan senjata itu juga akan memungkinkan impor bahan bakar dan makanan melalui pelabuhan barat Hodeidah. Pelabuhan masuk utama Yaman, yang selama ini diblokade. Tawaran juga meliputi dimulainya kembali negosiasi politik antara mantan pemerintah Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi dan Houthi.

BACA JUGA:

Namun dalam pengumuman itu Menteri luar negeri Saudi tetap menuduh Iran mencampuri urusan Yaman. Ia mengklaim, “Houthi harus memutuskan apakah akan mengutamakan kepentingan mereka atau kepentingan Iran terlebih dahulu.”

Enam tahun berlalu sejak dimulainya agresi koalisi Saudi dukungan Amerika Serikat dan sekutu Barat lainnya. Perlawanan Yaman dalam beberapa waktu terakhir, berhasil memindahkan perang ke negara agresor sendiri dengan meningkatkan intensitas serangan jauh ke dalam Arab Saudi maupun Emirat. Memaksa Riyadh untuk akhirnya menawarkan gencatan senjata.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, dalam konferensi pers baru-baru ini mengatakan bahwa masih ada beberapa rudal baru dan berbagai generasi drone yang belum diungkapkan ke publik, mengancam Riyadh akan melakukan lebih banyak serangan jika koalisi pimpinan Saudi melanjutkan perangnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Saudi telah berulang kali mencoba untuk keluar dari rawa Yaman dengan mencoba menyelamatkan muka. Mereka bahkan mencoba menggunakan organisasi internasional atau Amerika atau beberapa negara Eropa sebagai mediator. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: