NewsTicker

AS dan NATO Bertanggung Jawab atas Kehancuran di Suriah

Amerika dan sekutunya di Teluk serta NATO menyembunyikan fakta bahwa mereka berada di balik kehancuran di Suriah dengan memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok teroris

AS dan NATO Bertanggung Jawab atas Kehancuran di Suriah Wajah Perang Suriah

Amerika, ARRAHMAHNEWS.COMLaporan GlobalResearch mengkonfirmasi bahwa Amerika dan sekutunya di Teluk serta NATO menegaskan kemunafikan mereka dengan menyalahkan kehancuran di Suriah pada rezim Bashar Assad, dan menyembunyikan fakta bahwa mereka berada di balik kehancuran ini dengan memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok teroris di negara tersebut.

“Darah rakyat Suriah senantiasa menodai tangan Amerika, sekutu Teluk nya dan NATO,” Al-Maalomah mengutip laporan GlobalResearch, dan menyatakan bahwa Bank Dunia memperkirakan bahwa 266 milyar dolar dari PDB Suriah hilang sebagai akibat dari berlanjutnya dukungan terhadap terorisme dari tahun 2011 hingga 2016.

BACA JUGA: 

GlobalResearch juga menulis, “konflik yang diciptakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya di Suriah telah menyebabkan kematian ratusan ribu warga sipil Suriah, jutaan orang mengungsi di dalam maupun luar negeri, dan membuat jutaan orang menjadi miskin dan kelaparan ekstrim, berdasarkan perkiraan dari Dewan HAM PBB. Setelah 10 tahun konflik, setengah dari populasi Suriah terpaksa meninggalkan rumah mereka, 70 persen hidup dalam kemiskinan, dan 6,7 juta warga Suriah mengungsi, serta lebih dari 13 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Sementara 12,4 juta atau 60 persen dari populasi menderita kekurangan makanan, 5,9 juta orang menderita keadaan darurat perumahan, dan hampir 9 dari 10 orang Suriah hidup di bawah garis kemiskinan”.

AS dan NATO Bertanggung Jawab atas Kehancuran di Suriah

Wajah Perang Suriah

 

“Suriah sebelum perang adalah salah satu negara yang tingkat sosialnya tertinggi di seluruh Timur Tengah. Negara yang memiliki devisa menengah ke atas, sampai Amerika Serikat memutuskan untuk menguncangnya dengan terorisme. Sejak akhir 1940-an, proyek-proyek Amerika berkali-kali mencoba untuk merubah rezim atas pertimbangan geo politik, dan agendanya jelas. AS secara sistematis telah menghancurkan hati, jiwa dan pikiran bangsa Irak, Suriah dan Mesir dengan tujuan melestarikan hegemoni Barat atas Timur Tengah dan superioritas Israel,” tulis laporan itu.

BACA JUGA:

Laporan itu juga menunjukkan “Sampai saat ini, AS masih secara sistematis memfasilitasi balkanisasi Suriah dengan membantu kelompok Kurdi dan menciptakan wilayah semi-independen di timur laut Suriah. Sementara penduduk Arab di timur laut Suriah tidak suka berada di bawah kekuasaan Kurdi, dan pada akhirnya dapat berubah menjadi sumber baru bagi rekrutan ISIS pada saat Turki merebut poros Amerika-Kurdi sebagai dalih untuk menduduki wilayah yang luas di Suriah Utara”.

“Kebijakan AS di Suriah ambingu, karena berfluktuasi antara mencoba mencegah kemunculan ISIS, menghadapi Iran, menanggapi Rusia, memberikan bantuan kemanusiaan, dan bahkan melindungi Zionis Israel. Sementara akar permasalahan adalah AS berturut-turut gagal merumuskan strategi yang jelas dan logika yang menyakinkan tentang kehadiran militernya,” GlobalResearch melaporkan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: