NewsTicker

Pakar: Bin Salman Kalah dan Dipaksa Terima Proposal Houthi

Putra Mahkota Mohammed bin Salman gagal meraih kemenangan cepat di Yaman, dan dipaksa tunduk pada proposal perdamaian Houthi Ansarullah.

Berlin, ARRAHMAHNEWS.COM – Penulis dan oposisi Saudi, Mahdawi Al-Rasheed, mengatakan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman gagal meraih kemenangan cepat di Yaman, dan dipaksa tunduk pada proposal perdamaian Houthi Ansarullah.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Middle East Eye, menyatakan bahwa Bin Salman gagal di Yaman, dan tragedi (kekalahan) itu harus segera berakhir.

“Pengumuman gencatan senjata oleh Arab Saudi datang dari posisi lemah mereka setelah runtuhnya koalisi Arab yang mendukung agresi militer, dan setelah hilangnya konsensus internasional tentang perang berbahaya yang berkecamuk di perbatasan selatan,” tulis Mahdawi Al-Rasheed.

Baca:

Dia juga mengindikasikan bahwa Houthi Ansarullah menolak proposal yang diajukan oleh Arab Saudi, karena tidak sepenuhnya mencabut blokade dan tidak menghentikan serangan udara ke berbagai wilayah di Yaman.

“Houthi sekarang dalam kondisi menyerang dan tidak mungkin mundur atau menyerah. Sebaliknya, Houthi kemungkinan besar akan melanjutkan serangan ke Ma’rib dan menyerbu daerah-daerah yang diduduki oleh milisi pro Mansour Hadi, mantan presiden Yaman yang didukung oleh Saudi-Amerika.

Houthi mengintensifkan serangan drone ke jantung ekonomi Saudi selama beberapa bulan terakhir, menargetkan instalasi minyak dan bandara.

Houthi juga dengan cepat memahami posisi Saudi yang lemah. Strategi serangan awal Saudi dalam mengejar pengamanan perbatasan selatan dan menghilangkan pengaruh Iran tetap tidak terpenuhi. (ARN)

Sumber: Al-AlamTV

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: