Yaman Bantah Laporan 4 Kapal Tanker Masuk Pelabuhan Hodeidah

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COMJuru bicara Perusahaan Perminyakan Yaman (YPC), Esam Al-Mutawakkil, menyatakan tidak ada kapal tanker bahan bakar yang datang di pelabuhan Hodeidah sejauh ini. Komentar ini membantah laporan media yang menyebut bahwa Koalisi Saudi telah mengizinkan masuknya kapal bahan bakar ke Hodeidah.

Mutawakkil mengatakan kepada Al-Masirah, pada hari Rabu (24/03), “Kami sudah mendapat informasi bahwa 4 kapal tanker akan diizinkan masuk, dan sampai saat ini belum ada yang datang. Aneh bahwa 3 di antaranya adalah milik sektor perusahaan swasta dan hanya satu untuk sektor publik”.

BACA JUGA:

Ia mengkonfirmasi bahwa Yaman berada dalam situasi bencana, dan sebagian besar sektor beroperasi dengan setengah kapasitas operasi karena kekurangan bahan bakar.

Des 2, 2021
Yemen Petroleum Company

Ia juga menyoroti bahwa penahanan kapal tanker bahan bakar bertentangan dengan Resolusi Internasional 2216 dan dengan Perjanjian Stockholm, menjelaskan bahwa belum pernah sebelumnya ada penahanan kapal bahan bakar, makanan dan produk obat-obatan dalam perang manapun di dunia, kecuali dalam agresi terhadap Yaman.

YPC memperbarui penolakannya untuk menukar turunan minyak dengan masalah kemanusiaan. Ini berlaku pula secara umum untuk masalah militer atau politik.

BACA JUGA:

Sementara itu, Wakil Kepala Pelabuhan Laut Merah Yahya Sharaf al-Din mengatakan bahwa penahanan dan penundaan kedatangan kapal tanker bahan bakar minyak terus berlangsung sejak hari pertama agresi AS-Saudi hingga saat ini.

Sharaf al-Din mengindikasikan bahwa komunikasi dengan administrasi pelabuhan Hodeidah berlangsung  terus menerus. Namun hingga saat ini, tidak ada kapal yang berkomunikasi dengan pelabuhan, menekankan bahwa ruang kendali di pelabuhan Hodeidah telah berkomunikasi dengan kapal yang “mandek”, dan tanggapan mereka adalah bahwa tidak ada instruksi untuk bergerak ke pelabuhan (Hodeidah).

Sebelumnya laporan Reuters menyebut bahwa Koalisi pimpinan Saudi telah mengizinkan empat kapal bahan bakar untuk berlabuh di pelabuhan Laut Merah Yaman, Hodeidah. Media mainstream itu mengklaim telah mengutip dari dua sumber yang mengetahui masalah tersebut pada Hari Rabu (24/03).

Langkah itu dilakukan setelah pemerintah Sana’a mengatakan pihaknya hanya akan menyetujui proposal gencatan senjata Saudi jika blokade udara dan laut dicabut. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: