NewsTicker

Mata-Mata Israel yang Dibebaskan Trump Sarankan Yahudi Amerika jadi Intelijen Israel

“Yang perlu digarisbawahi... adalah, maaf, kita adalah orang Yahudi, dan jika kita orang Yahudi, kita akan selalu memiliki kesetiaan ganda,” tambahnya.

Jonathan Pollard

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM – Jonathan Pollard, seorang Yahudi Amerika yang menjalani hukuman tiga puluh tahun penjara karena memata-matai untuk rezim Israel, mengatakan bahwa dia akan menasihati para pemuda Yahudi Amerika yang bekerja di jajaran aparat keamanan Amerika untuk menjadi mata-mata bagi Israel.

“Aku akan memberitahunya bahwa tidak melakukan apa pun tidak bisa diterima. Jadi, pulang begitu saja [ke Israel] tidak dapat diterima. Melakukan aliyah (imigrasi ke Israel) tidak dapat diterima,” kata Pollard kepada harian Israel Hayom yang dikutip Press TV, beberapa bulan setelah ia pindah ke Israel setelah pembebasan bersyaratnya berakhir.

“Kamu harus membuat keputusan apakah kepedulianmu terhadap Israel serta kesetiaanmu kepada Israel, dan kesetiaan kepada sesama Yahudi lebih penting daripada hidupmu,” katanya.

Jonathan Pollard

Pollard mengatakan orang Yahudi Amerika memiliki satu masalah utama, yaitu bahwa mereka menganggap diri mereka lebih Amerika daripada Yahudi, menyatakan bahwa orang-orang Yahudi dianggap “tidak dapat diandalkan” di Amerika Serikat.

BACA JUGA:

“Sesederhana itu. Jika kamu tinggal di negara di mana kamu terus-menerus berada di bawah kendali mereka, maka kamu tidak seharusnya berada di sana. Kamu harus pulang. Kamu pulang saja,” katanya.

“Yang perlu digarisbawahi dari tuduhan kesetiaan ganda ini adalah, maaf, kita adalah orang Yahudi, dan jika kita orang Yahudi, kita akan selalu memiliki kesetiaan ganda,” tambahnya.

Pollard ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 1980-an karena menjual rahasia AS kepada Israel sebagai analis intelijen Angkatan Laut AS.

Dia dibebaskan pada 2015 setelah menjalani tiga dekade di balik jeruji besi, tetapi ia ditahan di Amerika Serikat dengan pembebasan bersyarat sampai akhir masa jabatan mantan presiden AS Donald Trump, ketika ia sepenuhnya dibebaskan dan meninggalkan AS setelah bertahun-tahun melobi Israel. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: