Netanyahu Gagal Amankan Kursi, Momok Pemilu ke-5 Bayangi Israel

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM – Hasil pemilihan umum Israel menunjukkan bahwa krisis baru menanti rezim pendudukan tersebut, setelah 95 persen suara dihitung dan partai Netanyahu serta koalisinya gagal mengamankan kursi untuk membentuk pemerintahan.

The Times of Israel melaporkan bahwa pada dini hari tadi, Jum’at (26/03), lebih dari 4 juta suara telah dihitung, yang merupakan 95 persen dari semua surat suara yang diberikan dalam pemilihan hari Selasa.

Penghitungan tersebut menghasilkan Partai Likud yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendapatkan 30 kursi di 120 kursi Knesset, atau parlemen. Partai Yesh Atid yang dipimpin oleh saingan Netanyahu, Yair Lapid, berada di urutan kedua dengan 17 kursi.

BACA JUGA:

Partai Syas Yahudi ultra-Ortodoks, yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Aryeh Deri, memenangkan sembilan kursi di Knesset.

Partai Biru dan Putih dari Menteri Pertahanan Benny Gantz, yang secara resmi dikenal sebagai Partai Ketahanan Israel, memperoleh delapan poin, sementara Partai Buruh kiri-tengah Israel, partai nasionalis Yamina, partai Yisrael Beiteinu (Israel Our Home), dan United Torah Partai Yudaisme masing-masing memperoleh tujuh.

Aliansi Daftar Bersama partai-partai Arab, Partai Harapan Baru Gideon Saar, aliansi Zionisme Keagamaan sayap kanan, dan partai sayap kiri Meretz masing-masing memenangkan enam.

BACA JUGA:

Sementara itu, Partai Daftar Persatuan Arab (Ra’am) pimpinan Mansour Abbas berhasil mengamankan empat kursi.

Momok pemilu kelima membayang di Israel ketika kubu Netanyahu, yang terdiri dari Partai Likud dan sekutunya, gagal memenangkan 61 kursi di Knesset yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan, dengan hanya memperoleh 59 kursi.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa partai-partai di blok kiri juga gagal mencapai kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan koalisi. (ARN)

About Arrahmahnews 30632 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.