NewsTicker

Tragedi Kemanusiaan, Dunia Gagal Selamatkan Rakyat Yaman

Dunia menyaksikan tragedi kemanusiaan yang belum pernah terjadi selama 6 tahun perang di Yaman. Invasi Saudi tidak hanya terbatas pada pengeboman

Tragedi Kemanusiaan, Dunia Gagal Selamatkan Rakyat Yaman Tragedi Kemanusiaan di Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COMDunia menyaksikan tragedi kemanusiaan yang belum pernah terjadi selama 6 tahun perang di Yaman. Invasi Arab Saudi tidak hanya terbatas pada pengeboman dengan pesawat dan bom-bom konvensional, tetapi juga blockade darat, laut dan udara yang menyebabkan terhentinya pasokan makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya.

Terlepas dari tekanan lokal dan internasional, Arab Saudi terus melanjutkan perang dan blokade hingga menyebabkan situasi kemanusiaan berada dalam kondisi berbahaya hari demi hari.. Milyaran telah digelontorkan oleh organisasi internasional untuk rakyat Yaman, namun gagal mengobati penderitaan mereka, gagal menyelamatkan yang tersisa.

BACA JUGA:

“Kesempatan untuk mencegah kelaparan di Yaman berkurang setiap hari,” kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres. Di abad 21 ini, masih ada yang namanya “kelaparan” sementara dunia dalam segala perkembangannya masih belum bisa menghentikannya. Bagaimana Yaman dan rakyatnya hari ini?

Bantuan Kemanusiaan Internasional

Hampir 21 juta orang atau lebih dari 66% dari total populasi Yaman, membutuhkan bantuan kemanusiaan dan perlindungan, dan hampir 50.000 orang meninggal karena kelaparan. Sebuah gambaran yang tragis dan menakutkan, ditambah dengan rasa sakit anak-anak, di antaranya seorang anak meninggal setiap 10 menit karena penyakit yang seharusnya bisa diobati. Sementara 400.000 anak diperkirakan akan meninggal jika mereka tidak segera menerima pengobatan.

Organisasi internasional membanjiri dunia, berharap mereka dapat mengumpulkan cukup bantuan dan dukungan untuk menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan, di negara yang tidak hanya menderita kelaparan, tetapi juga dari virus Corona di tengah hancurnya fasilitas kesehatan.

Angka yang persentasenya meningkat dari waktu ke waktu, memberi pertanda bencana yang lebih besar, kecuali jika solusinya cepat menurut PBB.

Tahun 2021 akan lebih buruk dari tahun 2020

“Memilukan” .. Dengan kata-kata sederhana ini, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia, David Beasley, baru-baru ini menggambarkan situasi kemanusiaan yang sulit di Yaman. Tetapi apakah hati dunia hancur hingga tergerak menyelamatkan rakyat Yaman dan memberi mereka bantuan yang cukup untuk menarik mereka keluar dari krisis dan melindungi mereka dari masa depan yang lebih buruk?.

BACA JUGA:

“Kami tidak ingin berpaling dari jutaan keluarga yang sangat membutuhkan bantuan. Jangan salah, 2021 akan lebih buruk dari tahun 2020 bagi orang-orang paling rentan di Yaman,” tambah Beasley. Tetapi dunia benar-benar berbalik, karena konferensi yang diadakan pada 1 Maret 2021, hanya mengumpulkan $ 1,7 miliar, kurang dari setengah dari yang dibutuhkan untuk tahun 2021 (3,85 miliar), dan $ 1 miliar kurang dari yang semula diterima pada 2019.

Dari $ 2,6 miliar pada 2019, mereka mendapatkan $ 1,9 miliar pada 2020, dan $ 1,7 miliar pada 2021. Dengan demikian, nilai bantuan kemanusiaan yang disumbangkan oleh sejumlah negara di dunia ke Yaman menurun drastis, sedangkan tingkat bencana kemanusiaan, krisis kehidupan dan kesehatan meningkat. Selain itu, banyak janji yang dibuat oleh para donor sebelumnya yang belum dibayarkan, tanpa alasan atau justifikasi yang masuk akal, karena janji tentu saja tidak menyelamatkan nyawa.

Menurunnya pendanaan dan dukungan, tidak berarti bahwa organisasi internasional selama beberapa tahun terakhir tidak memberikan bantuan yang berarti untuk mengurangi dampak krisis, bahkan jika mereka tidak dapat menghentikannya. Jadi apa yang telah dilakukan beberapa organisasi internasional di Yaman selama periode baru-baru ini? (ARN)

Sumber: Al-Mayadeen

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: