NewsTicker

Militer Yaman: Saudi akan Terima Pukulan Menyakitkan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Sare'e mengumumkan bahwa pasukan Yaman akan memberikan pukulan menyakitkan yang belum pernah dialami oleh rezim Saudi sebelumnya.

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree pada Hari Sabtu (27/03) mengumumkan bahwa pasukan Yaman akan memberikan pukulan menyakitkan yang belum pernah dialami oleh rezim Saudi sebelumnya.

“Tahun ketujuh agresi akan menyaksikan pengumuman sistem rudal baru,” ujar Sare’e sebagaimana dikutip Al-Maalomah. Ia menegaskan bahwa “Yaman berada di peringkat pertama di Jazirah Arab dalam hal kualitas dan jangkauan rudal buatan sendiri.”

Kemarin, angkatan bersenjata Yaman mengumumkan pelaksanaan operasi “Hari Ketahanan Nasional”. Menargetkan “markas besar militer dan instalasi penting milik musuh Saudi. Operasi Hari Ketahanan Nasional dilakukan dengan 18 drone dan 8 rudal balistik.

BACA JUGA:

Pekan lalu, angkatan bersenjata Yaman, sebagai bagian dari operasi “Hari Keenam Sha’ban”, menargetkan fasilitas Aramco di ibu kota Saudi, Riyadh. Operasi dilangsungkan dengan 6 pesawat tak berawak, dan serangan mencapai sasarannya dengan akurasi tinggi.

Selain itu, drone-drone Angkatan Udara Yaman juga melakukan operasi serangan ke Bandara Internasional Abha di wilayah Asir di barat daya Arab Saudi. Menargetkan target militer penting disana dengan drone Tipe 2K, dan lagi-lagi serangannya akurat.

Brigadir Jenderal Saree mengatakan dalam cuitannya di Twitter, “Penargetan ini dilakukan dalam kerangka tanggapan yang sah terhadap eskalasi agresi dan pengepungan komprehensifnya ke negara tercinta kami.”

BACA JUGA:

Pada akhir tahun keenam agresi terhadap Yaman , pemimpin gerakan Ansharullah, Abd al-Malik al-Houthi, menegaskan kesiapan untuk perdamaian, tetapi tanpa tawar-menawar untuk hak-hak rakyat Yaman. Ia menegaskan bahwa Arab Saudi terus memainkan peran pelaksana dalam perang di Yaman bersama UEA. Bersama mereka juga ada tentara bayaran yang disewa dan kelompok teror ISIS.

Sementara itu, kepala delegasi negosiasi nasional di Yaman, Muhammad Abdulsalam, dalam sebuah wawancara dengan Al-Mayadeen menegaskan bahwa Arab Saudi tidak memiliki hak untuk menyerukan dialog mengingat bagaimana mereka masih terus melanjutkan agresi. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: