NewsTicker

Israel Paling Diuntungkan dari Krisis Terusan Suez

Upaya Tel Aviv untuk memainkan peran yang lebih besar dalam pasar energi di kawasan, dan laporan tentang kerja sama Israel-Emirat dalam proyek pipa minyak

Israel Paling Diuntungkan dari Krisis Terusan Suez Krisis Terusan Suez

Tel Aviv, ARRAHMAHNEWS.COMKrisis Terusan Suez menimbulkan banyak spekulasi dan konsekuensi tentang masa depan jalur air. Sementara Israel menjadi penerima manfaat terbesar dari krisis ini, setelah kembali mengajukan gagasan jalur air alternatif yang sebelumnya diusulkan untuk menghubungkan antara Mediterania dan laut merah.

Sebelumnya Kapal kargo raksasa yang memuat lebih dari 220 ribu ton komoditas dan barang kandas di Terusan Suez, dan tidak dapat lagi bergerak sejak Selasa pagi lalu, yang menyebabkan penutupan total kanal, hingga mengganggu ratusan kapal dan mencegahnya bergerak. Sementara Otoritas Terusan Suez melaporkan bahwa hingga Minggu pagi, lebih dari 360 kapal terdampar di pinggiran kanal menunggu transit.

BACA JUGA:

Krisis ini terjadi beberapa bulan setelah informasi tentang “Pembicaraan antara Israel dan UEA mengenai kanal air baru yang menghubungkan Mediterania dan Laut Merah, mirip dengan Terusan Suez Mesir,” hingga menimbulkan kemarahan Mesir.

Kanal yang diusulkan dapat menjadi ancaman langsung bagi kepentingan Mesir dalam navigasi air di wilayah tersebut, dan juga dapat mengurangi pendapatan Terusan Suez, yang merupakan sumber utama pendapatan bagi perekonomian Mesir.

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh “Times of Israel” mengatakan bahwa pembicaraan jalur air alternatif dimulai hanya 19 hari setelah penandatanganan perjanjian normalisasi antara Abu Dhabi dan Tel Aviv pada tahun lalu.

Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa selama periode 2015-2020 Terusan Suez mampu menghasilkan lebih dari 27,2 miliar dolar AS, naik dari 25,9 miliar dolar selama lima tahun sebelumnya. Artinya ada peningkatan permintaan global untuk navigasi yang bisa menggoda Israel dan UEA untuk membuka jalur air yang bersaing dengan Mesir.

BACA JUGA:

Ide jalur air alternatif ke Terusan Suez bukanlah hal baru. Situs web Business Insider menerbitkan laporan beberapa hari yang lalu, yang mengungkap untuk pertama kali dokumen Amerika yang berasal dari tahun 1963, termasuk rencana untuk membuka jalur air alternatif dari Terusan Suez, dengan panjang 160 mil (256 km), yang menghubungkan Mediterania dan Laut Merah, dan akan mengubah peta perdagangan global.

Menurut dokumen-dokumen tersebut, rencana Amerika didasarkan pada gagasan penggunaan bom nuklir untuk membuka jalur air dengan cepat dan efektif, karena bom nuklir akan digunakan di sepanjang jarak antara Bahrain untuk mengebor dan membuka jalur air dengan kecepatan tinggi.

Menurut dokumen tahun 1963, rencananya adalah menggunakan 520 bom nuklir untuk membuka jalur air. Memorandum tersebut menyerukan “penggunaan bahan peledak nuklir untuk menggali kanal melintasi gurun Negev” yang melewati wilayah Palestina yang diduduki.

Foreign Policy menerbitkan sebuah laporan yang membahas tentang upaya Tel Aviv untuk memainkan peran yang lebih besar dalam pasar energi di kawasan, dan laporan tentang kerja sama Israel-Emirat dalam proyek pipa minyak, sehubungan dengan investasi UEA senilai $ 12 miliar di Israel, yang meningkatkan kemungkinan bahwa Israel akan menjadi penerima manfaat terbesar dari krisis Terusan Suez.

Krisis penutupan Terusan Suez saat ini telah menyebabkan gelombang kecemasan di seluruh dunia. Karena lusinan perusahaan akan menunda pengiriman barangnya ke pasar, sementara perusahaan pelayaran harus mengubah rute kapalnya ke rute tradisional, tentunya akan menyebabkan biaya pengiriman yang lebih tinggi. (ARN)

Sumber: Arabi21

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: