NewsTicker

Joe Biden Pecundang Utama dalam Perang Yaman

Seorang jurnalis mengatakan Presiden AS Joe Biden adalah pecundang utama dari serangan militer habis-habisan yang diluncurkan terhadap Yaman oleh Saudi

Joe Biden Pecundang Utama dalam Perang Yaman Presiden Joe Biden

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COMSeorang jurnalis dan mantan politisi mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden adalah pecundang utama dari serangan militer habis-habisan yang diluncurkan terhadap Yaman oleh Arab Saudi dan sekutunya.

Nasser Kandil, pemimpin redaksi surat kabar Lebanon al-Binaa, membuat pernyataan ini dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Press TV pada hari Minggu (28/03), di mana ia memuji perlawanan selama bertahun-tahun bangsa Yaman terhadap serangan militer tanpa henti oleh Arab Saudi dan sekutu regional maupun internasionalnya, terutama Amerika Serikat.

BACA JUGA:

“Pecundang utama dari perang ini adalah Presiden AS Joe Biden, yang menjadi wakil presiden ketika agresi terhadap Yaman dimulai,” kata Kandil, menambahkan bahwa Amerika telah memulai manuver politik untuk menemukan jalan keluar dari perang Yaman dengan berusaha membayar dengan biaya terendah.

Jurnalis Lebanon itu menekankan bahwa usulan gencatan senjata oleh Saudi serta usulan Amerika tentang solusi politik untuk konflik yang berkepanjangan, keduanya bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari perang Yaman.

Mengacu pada pidato baru-baru ini oleh pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, yang menekankan diakhirinya agresi yang dipimpin Saudi dan pencabutan pengepungan yang melumpuhkan di negara miskin itu, Kandil mengatakan sikap pemimpin Houthi itu menunjukkan stabilitas dan perlawanan rakyat Yaman dan menggambarkan cakrawala masa depan Yaman.

Kandil menambahkan bahwa setelah pidato Houthi, tentara Yaman dan pejuang sekutunya dari Komite Populer berhasil mencapai target jauh di dalam Arab Saudi.

BACA JUGA:

Pemimpin redaksi surat kabar Lebanon al-Binaa itu juga mengatakan bahwa demonstrasi antusias yang dilakukan oleh orang-orang Yaman setelah pidato Houthi, mengingatkan pada kehadiran orang-orang Lebanon, yang berunjuk rasa di selatan negara itu menyusul seruan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) perlawanan Lebanon, Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah, dalam melawan serangan udara Israel yang menggunakan bom cluster.

“Apa yang telah dilakukan Yaman sejauh ini telah memperjelas bagi Amerika dan Saudi bahwa manuver mereka tidak mengarah ke mana-mana dan bahwa negosiasi hanya akan bermakna ketika agresi berhenti, blokade ketat di pelabuhan dan bandara dicabut, serta pasukan asing mundur dari Yaman,” ujar Kandil menambahkan.

Ia mencatat bahwa selama enam tahun terakhir, Yaman telah mengubah situasi dari sekadar perlawanan menjadi kekuatan operasional yang berkembang karena negara itu telah berhasil meningkatkan kemampuan rudal dan drone pertahanannya.

Kandil juga menekankan bahwa selama setahun terakhir, rudal dan drone Yaman telah memberikan pencegahan militer karena kecakapan ilmiah mereka yang tak tertandingi, dan telah mampu merusak keamanan jauh di dalam wilayah Saudi dengan menargetkan fasilitas raksasa minyak Aramco kerajaan pada banyak kesempatan.

BACA JUGA:

“Karena kekuatan militer ini, Yaman sekarang mengendalikan keamanan di Teluk Persia serta jalur energi utama, sebaliknya, mereka yang melancarkan agresi ini [melawan Yaman] telah menderita kekalahan yang memalukan,” kata Kandil.

Arab Saudi, yang didukung oleh AS dan sekutu regional lainnya, melancarkan perang dahsyat di Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan rakyat Ansharullah.

Angkatan bersenjata Yaman dan sekutu Komite Populer, bagaimanapun, telah semakin kuat melawan penjajah koalisi pimpinan Saudi, dan meninggalkan Riyadh serta sekutunya terjebak di negara itu.

Agresi militer yang dipimpin Saudi telah menyebabkan ratusan ribu orang Yaman tewas, dan membuat jutaan orang mengungsi. Agresi juga menghancurkan infrastruktur Yaman dan menyebarkan kelaparan dan penyakit menular di seluruh negeri. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: