NewsTicker

Terungkap! Perang Brutal AS di Suriah Dukung Terorisme

Mantan senator Amerika Serikat kembali membeberkan bahwa AS mendukung organisasi teroris untuk menghancurkan Suriah, mencuri kekayaan alamnya

Terungkap! Perang Brutal AS di Suriah Dukung Terorisme Mantan Senator Amerika Richard Black

Amerika, ARRAHMAHNEWS.COMMantan senator Amerika Serikat kembali membeberkan bahwa AS mendukung organisasi teroris untuk menghancurkan Suriah, mencuri kekayaan alamnya dan menjatuhkan sanksi sebagai perang yang paling “kejam dan biadab” untuk menekan kebutuhan dasar hidup rakyat agar memberontak melawan pemerintah.

Richard Black, mantan senator AS, dalam pidatonya selama konferensi internasional Shiller Institute di Amerika Serikat, mengatakan bahwa “saya kagum dengan agresi AS yang keterlaluan terhadap Suriah,” dan menekankan bahwa “penting untuk mengakui setelah 10 tahun perang, bahwa Barat mencintai teroris yang dibenci rakyat Suriah”.

BACA JUGA:

Richard Black juga menjelaskan bahwa Amerika Serikat tidak berperang melawan teroris seperti yang diklaimnya, melainkan bersekutu erat dengan teroris seperti Al-Qaeda dan ISIS untuk menjalankan agenda politiknya dan menghancurkan negara-negara yang menolak perintahnya.

Terungkap! Perang Brutal AS di Suriah Dukung Terorisme

Mantan Senator Amerika Richard Black

Black kemudian membeberkan bahwa sejak 2006 Washington telah menyusun rencana rinci untuk menghancurkan Suriah, yang dipublikasikan secara luas di Pentagon dan NATO. Ia juga menambahkan bahwa “Amerika, Inggris dan Prancis menyerang Libya pada Maret 2011, kemudian Amerika menyerahkan kendali bandara Libya kepada Turki, yang mereka gunakan untuk mengangkut senjata canggih yang dijarah dari Libya untuk dipasok ke teroris rekrutan untuk berperang di Suriah”.

“Mantan Presiden Barack Obama meresmikan dukungan jangka panjang AS pada teroris pada tahun 2013, dan dengan diam-diam mengizinkan CIA untuk melatih, mempersenjatai dan membayar ribuan teroris untuk berperang melawan Suriah. Tentara teroris itu sepenuhnya di bawah kendali Amerika,” ujar Black.

BACA JUGA:

Black mengenang kejahatan yang dilakukan oleh teroris (Nour al-Din al-Zanki) pada tahun 2016 ketika mereka menculik seorang anak kecil Palestina dari rumah sakit, menyiksanya dan dipenggal di pedesaan Aleppo, untuk meneror dan menjadikan mereka sebagai tameng manusia serta untuk menghalangi kemajuan Tentara Arab Suriah, dan mengatakan “Kami telah membayar gaji setiap orang yang dipotong. Dan dia mengangkat kepala anak laki-laki itu tinggi-tinggi .. Kami memberi mereka senjata .. Kami memberi semua yang mereka butuhkan”.

Black mengatakan bahwa perdagangan senjata mendapat untung besar dari kesepakatan menguntungkan seperti rudal anti-tank yang disuplai CIA ke organisasi teroris untuk membunuh warga Suriah yang tidak bersalah di kota dan desa mereka.

Black juga merujuk pada kampanye propaganda intens yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan NATO melawan Suriah dan tuduhan palsu bahwa Tentara Arab Suriah telah menggunakan senjata kimia untuk membuat dalih agresi terhadap Suriah. Ia juga menunjukkan bahwa pada tahun 2018, Menteri Pertahanan AS, James Mattis mengakui bahwa Amerika Serikat tidak memiliki bukti atas tuduhan tersebut.

Black membeberkan dua anggota parlemen Turki yang dituduh melakukan “pengkhianatan” setelah mereka mengungkapkan dakwaan pidana yang menunjukkan bagaimana sel teroris Al-Qaeda menyusup untuk menyelundupkan 2,2 kilogram gas sarin melintasi perbatasan Turki untuk digunakan melawan warga sipil di Suriah.

BACA JUGA:

Black menyatakan bahwa “pada 2015 pasukan Amerika menginvasi Suriah utara secara ilegal dan menyita minyak Suriah. Perusahaan minyak Amerika kemudian diberi wewenang untuk membangun kilang dengan biaya $ 150 juta dan untuk mengeksplorasi lebih banyak minyak di tanah Suriah.” Dan mengatakan, “Amerika Serikat mencuri kekayaan mereka, dan membiarkan rakyat Suriah membeku di musim dingin sementara kita mencuri bahan bakar mereka”.

Black menambahkan, “Area yang sama di utara adalah keranjang roti Suriah (lumbung gandum), dan ini juga dicuri … Kami memberikannya kepada tentara bayaran yang mengirimkan gandum Suriah ke pedagang Turki sementara Suriah kelaparan.” Black menekankan bahwa sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat di Suriah telah menyebabkan penderitaan yang luar biasa bagi orang-orang Suriah, yang menunjukkan bahwa “Sanksi itu tidak melakukan apa-apa selain menyerang yang tidak bersalah, yang miskin dan yang tidak berdaya .. Ini adalah jenis perang yang paling kejam dan biadab… Kami mencuri makanan, bahan bakar, dan obat-obatan dari orang miskin … Kami memblokir pasokan yang dibutuhkan untuk rekonstruksi “dengan tujuan memperpanjang perang” yang akan berlanjut selama kami terus membiayainya”.

Black kemudian mengakhiri dunia harus menolak perang yang tidak pernah berakhir ini .. Kami telah berperang selama 10 tahun melawan Suriah .. Kami menindas rakyat Irak selama 30 tahun dan menjatuhkan lebih dari seperempat juta bom di Irak, .. Kegilaan ini harus dihentikan. (ARN)

Sumber: SANA

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: