Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar Beraliran Wahabi

Makassar, ARRAHMAHNEWS.COMKesaksian ketua RW 1 Jalan. Tinumbu I, Keluharan Bungaejayya, Kecamatan Bontoala, Hamka mengatakan, jika bomber gereja Katedral Makassar, Lukman, merupakan anak yang penyabar, apalagi sejak umur 5 tahun Lukman telah ditinggal mati oleh ayahnya.

“Ia penyabar sekali dari kecil, sudah yatim dari umur 5 tahun,” ujar Hamka, Senin (29/3/2021).

BACA JUGA:

Menurutnya, perubahan anak Sulung dari dua bersaudara itu, mulai terasa saat ia memutuskan untuk berhenti kuliah.

“Dia kuliah dekat sini, saya lupa kampus apa. Tapi tiba-tiba dia mau berhenti, bahkan saya kasihan sama ibunya, karena tidak mau dilarang”, jelasnya.

Nov 27, 2021
Bomber Gereja Katedral Makassar Berfaham Wahabi

“Berubah, dia sering pulang malam, terus sudah tidak mau bergaul sama warga disini. Dulu memang pendiam, tapi masih mau kumpul”, lanjutnya

Setelah berhenti kuliah, tidak lama kemudian Lukman dikabarkan sudah menikah.

“Tiba-tiba menikah, tidak tahu orang mana itu (istrinya), kami tidak tahu karena tidak menikah lewat pemerintah”, katanya.

Bahkan, ia tambah keras dan sering kali memarahi dan menegur ibunya, jika melakukan ritual adat, seperti barzanji.

BACA JUGA:

“Dia selalu tegur orang tuanya kalau barzanji, katanya bid’ah, tidak boleh. Bahkan Lukman ini tidak mau makan ayam atau sapi kalau bukan dia sendiri yang potong”, tuturnya.

Melihat ciri-ciri pelaku bom gereja Katedral Makassar yang anti barzanji dia mengikuti aliran Wahabi.

Lanjutnya, perselisihan Lukman dan ibunya berakhir, saat Lukman dan istrinya memilih meninggalkan rumah.

“Sudah pindah di lorong sebelah, yang tadi digrebek itu, bahkan didapat ada 5 peluru”, terang Hamka.

Ia mengaku, saat berita pemboman gereja tidak ada warga yang menyangka jika dia adalah Lukman.

“Tidak ada yang menyangka, kami kira cuma ikut pengajian-pengajian saja, ternyata pas ada berita bilang kalau dia warga sini, inisial L, disitu kami langsung tahu kalau itu Lukman sama istrinya”, katanya.

Atas kejadian ini, pihak RT dan RW pun telah mengimbau kepada masyarakat sekitar, untuk menjaga pergaulan anaknya dengan ketat.

BACA JUGA:

“Kami sudah minta warga untuk terus mengawasi pergaulan anaknya, jangan sampai terjadi hal yang sama”, ujarnya.

Ia mengaku, warga sekitar tidak ada yang membenci keluarga Lukman atas kejadian ini, bahkan ia merasa iba dengan ibu dan adik Lukman.

“Kasihan ibunya, jualan di warung, cuma dibantu sama adik perempuan Lukman, pas anaknya sudah kuliah, malah berhenti, dan masuk aliran sesat. Semoga ini yang terakhir,” katanya.

“Bahkan kalau dia mau dikuburkan di pemakaman sekitar, warga disini tidak ada yang keberatan,” tutupnya.

Perlu diketahui apa itu Wahabi. Wahabi merupakan sebuah aliran yang ditujukan kepada pengikut Muhammad bin Abdul Wahab. Pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab sejak dulu kontroversial dan mengundang kritikan dan hujatan banyak orang.

Karena pandangan Ibnu Abdul Wahab tersebut, tak heran banyak menuai kritik dari banyak orang dan bertentangan dengan paham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Karena paham Muhammad bin Abdul Wahab dianggap bertentangan dengan mayoritas ulama dan pengikutnya selalu membuat resah masyarakat di mana-mana, maka penting untuk mengenal ciri-ciri aliran Wahabi.

Muhammad bin Abdul Wahab berasal dari daerah Najd, belahan timur kerajaan Arab Saudi. Terkait tempat kelahiran tokoh Wahibi ini, Rasulullash SAW mengatakan, “Di sana akan muncul kegoncangan dan fitnah, dan di sana pula nanti muncul tanduk setan.” (HR Al-Bukhari).

BACA JUGA:

Pernyataan Rasul ini mungkin tidak berkaitan langsung dengan Muhammad bin Abdul Wahab, tetapi fakta sejarah menunjukan bahwa sebagian kelompok yang merasahkan umat Islam lahir dari daerah ini. Meskipun Muhammad bin Abdul Wahab sangat dipuji pengikutnya, tetapi perlu diketahui bahwa Ayah kandung Muhammad bin Abdul Wahab sendiri sudah lama merasa aneh dan janggal melihat pemikiran anaknya.

Semenjak ayahnya meninggal, Muhammad bin Abdul Wahab merasa bebas berpendapat serta menyerang perilaku umat Islam yang bertentangan dengan pendapatnya. Pendiri wahabi ini memahami Al-Qur’an dan hadis secara sempit dan sangat tekstual, sehingga mereka begitu mudahnya membid’ahkan dan mengafirkan orang yang tidak mengikuti pemahaman mereka.

Pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab sejak dulu kontroversial dan mengundang kritikan dan hujatan banyak orang. Dia ingin melakukan pemurnian terhadap ajaran Islam, sehingga menganggap ziarah kubur dan tawassul sebagai bentuk kemusyrikan. Sebab itu, tidak mengherankan bila pandangan Ibnu Abdul Wahab ini dikritik banyak orang dan bertentangan dengan paham Ahlussunnah wal Jama’ah.

Karena paham Muhammad bin Abdul Wahab dianggap bertentangan dengan mayoritas ulama dan pengikutnya selalu membuat resah masyarakat di mana-mana, akhirnya kelompok ini tidak mau lagi menggunakan nama wahabi. Mereka mengarang cerita baru bahwa aliran wahabi sebenarnya dinisbatkan kepada pengikut Abdul Wahab bin Rustum (211 H), bukan kepada Muhammad bin Abdul Wahab. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: