NewsTicker

Ustad Hasyim Yahya Sebut Islam yang Baik Adalah yang Jadi Teroris dan Densus 88 Musuh Islam

Ceramah Ustadz Hasyim Yahya juga sebut Densus 88 musuh Islam. Selain itu BNPT musuh muslim dan juga BNN. Hal itu diucapkan Ustadz Hasyim Yahya lewat Youtube

Ustad Hasyim Yahya Sebut Islam yang Baik Adalah yang Jadi Teroris dan Densus 88 Musuh Islam Ilustrasi Ustad Hasyim Yahya

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COMSebuah video viral di jagat maya. Seorang penceramah bernama Ustad Hasyim Yahya mengatakan bahwa teroris adalah ajaran Islam. Ustad Hasyim menilai, bahwa orang Islam yang baik adalah yang menjadi teroris, dalam cuplikan itu terdapat logo Mujahidin TV, setelah kami telusuri bahwa itu sebuah chanel Youtube dengan keterangan Masjid Mujahidin TV adalah Channel Dakwah yang dikelola oleh Yayasan Masjid Mujahidin Surabaya sebagai sarana publikasi dakwah yang diselenggarakan di Masjid Mujahidin Jl. Perak Barat 275 Surabaya.

Masjid Mujahidin yang terletak di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, tepatnya di Jalan Perak Barat No 275 Surabaya, disebut-sebut pernah menjadi tempat berkumpulnya jaringan radikal.

BACA JUGA:

Yayasan ini memang punya hubungan dengan Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba’asyir yang disebut-sebut sebagai Guru Spiritual Jamaah Islamiyah (JI) oleh Badan Intelegen Negara (BIN).

Hasil penelusuran IDN Times, pada 2017 juga ada ceramah Alfian Tanjung di Masjid Mujahidin yang kontroversial, diunggah ke Youtube oleh pengurus masjid. Isinya terkait  Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Partai Komunis Cina (PKC). Alhasil, lima orang diperiksa Bareskrim Polri.

Dan dalam ceramah-ceramah Ustad Hasyim Yahya menyebarkan isu Sektarian dan anti kepada agama lain yang tidak sejalan dengan keyakinannya, miris sekali.

BACA JUGA:

Ceramah Ustadz Hasyim Yahya juga sebut Densus 88 musuh Islam. Selain itu BNPT musuh muslim dan juga BNN. Hal itu diucapkan Ustadz Hasyim Yahya lewat rekaman video yang mengajak pada terorisme tersebar di media sosial. Video ini mucul saat kejadian bom Gereja Makassar, Minggu (28/3/2021).

Awalnya Ustadz Hasyim Yahya mengatakan orang Islam baik jadi teroris. Ustadz Hasyim Yahya pun menyuruh warganet buka surat Al Anfal ayat 60. Video itu disebar Twitter @nila_mrt.

Ferdinand Hutahaean juga membagikan cuitan yang mengunggah video ini dan menandai beberapa akun Polri.

“Benarkah video ini asli? Kalau benar, apakah orang seperti ini harus dibiarkan terus menebar permusuhan dan kebencian terhadap sesama? @CCICPolri @DivHumas_Polri @Puspen_TNI,” tulis @FerdinandHaean3.

“Orang Islam yang baik itu yang menjadi teroris. Buka Al Anfal ayat 60, datangkan Kiai siapa, ustaz siapa bahwa orang Islam itu wajib jadi teroris,” kata orang dalam video tersebut.

Ustadz Hasyim Yahya juga menyinggung bahwa semboyan Bhineka Tunggal Ika di Indonesia bukan berarti bahwa seorang muslim harus melanggar aturan agamanya.

Orang yang disebut pendakwa ini mencontohkan bahwa ‘mengheningkan cipta’ dalam upacara bukanlah cara-cara Islam, melainkan cara orang kafir.

BACA JUGA:

“Kita ini harus Bhineka Tunggal Ika. Bhineka Tunggal Ika, silahkan kamu yang mau Bhineka Tunggal Ika. Itu tidak berarti bahwa seseorang muslim yang hidup di negara ini harus melanggar aturan agamanya,” ujarnya.

“Ketika upacara apa, upacara apa, ketika sampe waktu untuk berdoa, kita disuruh mengheningkan cipta. Mengheningkan cipta ini bukan cara Islam. Ini cara orang kafir, cara orang Hindu, cara orang Nasrani,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa istilah ‘Suku, Ras, dan Agama’ atau SARA sengaja dibuat oleh pihak-pihak tertentu dengan tujuan tertentu pula.

Misalnya menghalangi wartawan untuk memberitakan kezaliman pada umat muslim.

“Yang SARA, apalagi SARA. Istilah SARA itu adalah senjata ini kaum Nasrani, kaum Hindu, Yahudi, dan lain-lainnya, ketika dia bertindak menzalimi kita, lalu dikatakan pada wartawan ‘ini jangan dimuat, ini adalah masalah SARA,” katanya.

Dalam pernyataannya, ia juga bahkan dengan terang-terangan menyebut bahwa beberapa lembaga negara seperti Detasemen Khusus (Densus), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan Badan Narkotika Nasional adalah musuh kaum muslim.

“Jadi tiga musuh kaum muslimin terbesar di negeri ini adalah Densus, BNPT, dan BNN. Ini adalah musuhnya kaum muslimin,” ujarnya.

BACA JUGA:

Di akhir video, ia juga menyinggung bahwa seorang muslim harus berusaha menjadikan negara ini menjadi negara Islam.

“Kalau benar-benar demikian bahwa sesungguhnya salatku, amal ibadahku, dan hidup-matiku adalah untuk engkau lillahi rabbil alamin, kamu akan berusaha untuk menjadikan negara ini negara Islam, berlakunya syariat Islam,” katanya.

“Mati apa kamu kalau mati bukan Islam? Mati apa kamu wahai yang tentara,wahai yang polisi, wahai yang pejabat, mati apa kamu kalau anu nanti?” tambahnya.

Tidak diketahui apakah video ini asli dan tanpa editan. Namun, video ini telah menarik perhatian banyak warganet. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: