Hamas Kecam Bahrain atas Pembukaan Misi Diplomatik di Israel

Hamas Kecam Bahrain atas Pembukaan Misi Diplomatik di Israel
Misi Diplomatik Bahrain

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COMGerakan perlawanan Palestina Hamas mengutuk keputusan Bahrain untuk mendirikan misi diplomatik di wilayah pendudukan Israel. Menunjukkan kemarahan atas ditunjuknya duta besar pertama negara itu untuk Tel Aviv.

Pada hari Selasa (29/03), juru bicara Hamas, Hazem Qassem mengatakan bahwa Bahrain telah memilih untuk menegaskan “kesalahan politik” dengan menandatangani kesepakatan untuk menjalin hubungan formal dengan entitas pendudukan.

BACA JUGA:

“Perjanjian normalisasi hanya melayani kepentingan Israel di kawasan itu, bukan kepentingan negara-negara Arab,” kata pejabat itu sebagaimana dikutip Press Tv, menambahkan bahwa kesepakatan itu merugikan perjuangan Palestina dan mendorong rezim pendudukan untuk melakukan tindakan kriminal terhadap bangsa Palestina.

Hamas Kecam Bahrain atas Pembukaan Misi Diplomatik di Israel
Misi Diplomatik Bahrain

 

Bahrain, bersama dengan Uni Emirat Arab, menandatangani pakta perdamaian dengan rezim di Tel Aviv selama upacara resmi yang diselenggarakan oleh mantan presiden AS Donald Trump di Gedung Putih September lalu. Sudan dan Maroko menyusul langkah tersebut di akhir tahun, dan menandatangani kesepakatan normalisasi serupa yang ditengahi AS dengan rezim mereka.

Palestina mengecam kesepakatan itu sebagai “tikaman di belakang” yang berbahaya bagi perjuangan mereka melawan pendudukan Israel selama beberapa dekade.

BACA JUGA:

Dalam dekrit kerajaan yang dikeluarkan pada hari Selasa, Raja Bahrain Hamad Bin Isa Al Khalifah mendirikan kedutaan besar kerajaan di tanah pendudukan, dan menunjuk Khalid al-Jalahma untuk memimpinnya.

Jalahma sebelumnya mengepalai direktorat operasi di Kementerian Luar Negeri Bahrain dan juga pernah menjabat sebagai wakil kepala misi di kedutaan kerajaan di Amerika Serikat.

Israel mengatakan duta besar itu disetujui setelah Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani, yang menyebut namanya dalam percakapan telepon pada Hari Minggu dengan mitranya dari Israel, Gabi Ashkenazi.

Selama panggilan telepon, Ashkenazi menyambut baik keputusan Bahrain dan berterima kasih kepada mitranya atas “persahabatan yang kuat, serta atas keberanian dan kepemimpinan raja Bahrain.”

“Dalam beberapa minggu mendatang, tim dari Bahrain akan tiba di Israel untuk membuat pengaturan yang diperlukan,” kata kantor berita resmi Bahrain dalam sebuah pernyataan.

Israel sudah memiliki kantor diplomatik rahasia di Manama sebelum normalisasi diumumkan, dan telah menjadi kedutaan yang beroperasi secara terbuka dalam beberapa bulan terakhir. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30632 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.