NewsTicker

Kesombongan Saudi, MbS, dan UEA Runtuh dalam Perang Yaman

Ambisi Bin Salman sudah keterlaluan. Dia percaya Saudi memiliki hak untuk memimpin dunia Arab, dengan kekuatan ekonomi dan gudang senjata yang sangat besar

Kesombongan Saudi, MbS, dan UEA Runtuh dalam Perang Yaman Meme MbS minum darah rakyat Yaman @Memo

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COMSebuah artikel di Middle East Monitor pada Senin (29/03) berjudul “Siapa Bisa melupakan Kesombongan Bin Salman saat mengumumkan Perangnya di Yaman?”mengungkap kegagalan Pangeran Mahkota Saudi dalam membangun citra sebagai seorang pemimpin paling berpengaruh diantara negara-negara Arab melalui perangnya di Yaman.

Artikel itu menyoroti bagaimana MbS kini terjebak dan kesulitan menemukan jalan keluar dari perang yang ia mulai dengan penuh kesombongan.

BACA JUGA:

“Saya tidak bisa melupakan pemandangan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman saat berdiri di ruang komando Kementerian Pertahanan Arab Saudi pada 25 Maret 2015 dan, bagaimana ia dengan bangganya, seperti burung merak, mengumumkan pembentukan koalisi Arab yang dipimpin oleh Kerajaan untuk memulihkan legitimasi di Yaman dan menjatuhkan “Kudeta” Houthi”, ungkap sang penulis dalam artikel tersebut.

Kesombongan Saudi, MbS, dan UEA Runtuh dalam Perang Yaman

Meme MbS minum darah rakyat Yaman @Memo

“Saya juga tidak bisa melupakan penampilan harian Mayjen Ahmad Asiri, juru bicara koalisi. Betapa dia senang saat rudal Saudi menghantam jauh di dalam wilayah Yaman,” sindir sang penulis mengingatkan kesombongan Saudi di awal perang mereka terhadap Yaman.

Dr Amira Abo el-Fetouh, dalam artikelnya di Middle East Monitor, dia juga mengulik nama yang diberikan untuk operasi militer koalisi di Yaman saat itu, “Operasi Badai Tegas”. Sebuah nama yang meyakinkan, walau beberapa negara yang disebutkan dalam koalisi bahkan tidak tahu apa-apa tentang itu sampai pengumuman Bin Salman. Yang agak beruntung, tahu tentang itu hanya beberapa jam sebelumnya.

“Ambisi Bin Salman sudah keterlaluan. Dia percaya bahwa Arab Saudi memiliki hak untuk memimpin dunia Arab, dengan kekuatan ekonominya yang sangat besar dan gudang senjata yang sangat besar. Sudah waktunya, pikirnya, untuk menggunakan senjata-senjata ini di luar perbatasan Kerajaan untuk memenuhi mimpinya, yang semuanya ternyata hanya khayalan,” tambahnya.

BACA JUGA:

Ia menjelaskan bagaimana penguasa de facto Arab Saudi itu memilih untuk memulai operasi militer tersebut pada malam KTT Arab di Sharm El-Sheikh. Bin Salman melakukannya supaya seluruh dunia menyaksikan kekuatan dan pengaruhnya, serta kemampuannya untuk memobilisasi negara-negara Arab di bawah kepemimpinannya. Ia ingin menampilkan dirinya sebagai pahlawan perkasa yang memimpin sebuah pasukan Arab.

Namun enam tahun perang sengit telah berlalu, dan tak satupun tujuan Bin Salman tercapai. Tidak ada yang diperoleh selain kehancuran dan kerusakan di Yaman. Ratusan ribu rakyat Yaman telah terbunuh di sekolah, masjid, dan pasar. Rudal yang diluncurkan dari tanah “Penjaga” Dua Masjid Suci itu tidak membedakan antara warga sipil dan tentara.

Tujuan mereka adalah untuk memusnahkan bangsa Yaman, jika bukan dengan rudal, maka dengan penyakit. Bahkan menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia, kolera telah tercatat di antara anak-anak, menewaskan ribuan orang. Kelaparan juga telah menyebar ke seluruh negeri sebagai akibat dari blokade tidak adil yang diberlakukan oleh Arab Saudi dan UEA, rumah Zionisme Arab.

PBB melaporkan bahwa Yaman berada dalam krisis kemanusiaan terburuk di dunia dengan sekitar 80 persen orang Yaman bergantung pada bantuan, dan kurangnya ketahanan pangan telah menyebabkan kelaparan yang sepenuhnya disebabkan oleh manusia.

BACA JUGA:

“Pangeran Saudi telah menghancurkan Yaman, menghancurkan bangunan, lembah, merubahnya jadi reruntuhan, dan puing-puingnya. Dia telah menghancurkan warisan dan peradaban Yaman dan membawa negara itu kembali ke Zaman Batu karena dendam dan kebencian,” bunyi artikel itu lebih jauh.

“Negara konspirasi jahatnya, UEA, memiliki agenda yang berbeda, tetapi negara itu sepenuhnya sejalan dengan rencana regional untuk menghancurkan Yaman. Ketika kedua sekutu itu bentrok, Bin Salman merasa dikhianati oleh UEA yang menjalankan proyeknya sendiri,”

“Putra mahkota Arab Saudi yang arogan itu mengklaim lebih dari satu kali bahwa invasi Sana’a dan pembebasannya dari Houthi hanya akan memakan waktu beberapa hari. Ambisinya membutakannya terhadap kenyataan, dan ini merugikan Kerajaan”.

BACA JUGA:

Kini Houthi justru membalikkan keadaan dan membawa pertempuran ke Saudi. Rudal dan drone mereka dapat menyerang kota asal Bin Salman di Riyadh, mereka tidak lagi terbatas di Najran, Jizan, Asir, dan kota-kota perbatasan selatan lainnya. Arab Saudi sedang menghadapi ancaman di jantung negara, begitu juga instalasi minyak dan bandara vitalnya.

Target Houthi meliputi situs militer dan minyak penting di dalam Kerajaan. Ini adalah tulang punggung industri Saudi dan pendapatan nasional. Riyadh, Jeddah, Abha, Jizan, Dammam dan Ras Tanura adalah beberapa kota Saudi yang sekarang menjadi sasaran empuk bagi Houthi.

Saudi yang menurut perkiraan Reuters menghabiskan sekitar 175 juta dolar sebulan untuk membom Yaman, ditambah 500 juta dolar untuk menyerang melalui darat, hingga menguras kekayaan negara, kini juga harus mengalami kerugian besar secara ekonomi akibat serangan-serangan Houthi.

Bin Salman mengira bahwa ia mengendalikan keputusan tentang perang dan perdamaian, tetapi ia tidak menyadari bahwa Yaman saat ini berbeda dengan Yaman enam tahun lalu, ketika ia melancarkan perangnya. Houthi saat ini telah menjadi bagian dari aliansi regional.

Itulah mengapa sulit untuk keluar dari krisis Yaman dengan inisiatif politik, secara sepihak, sementara pihak lain menolaknya.

Mengutip penyair hebat Nizar Qabbani, Bin Salman telah tenggelam di rawa Yaman yang dibuatnya sendiri. Seolah-olah dia berkata, “Saya tenggelam, tenggelam, tenggelam. Jika saya tahu akhirnya akan begini, saya tidak akan memulai.” (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: