Milisi Islah Gunakan Pengungsi Ma’rib Sebagai Tameng Manusia

Tentara Bayaran Saudi Gunakan Pengungsi Ma'rib Sebagai Tameng Manusia
Pengungsi Ma'rib

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COMPuluhan pengungsi di Marib menghadapi berbagai tekanan keras dari milisi Islah, memaksa mereka untuk tinggal di kamp atau memasukkan beberapa darinya ke dalam penjara.

Menurut dokumen yang diterbitkan sebelumnya, salah satu pengungsi dari kamp Sana’a, yang terletak dekat kota Ma’rib, mengatakan bahwa komandan tentara bayaran memaksa mereka untuk kembali ke kamp setelah meninggalkannya selama 20 hari tanpa perbekalan. Laporan itu menjelaskan bahwa pertempuran semakin mendekat selama dua hari terakhir.

BACA JUGA:

Salah satu pengungsi -yang meminta namanya tidak disebutkan- menceritakan sekembalinya ke kamp, di mana ia melihat kru film di dalam kamp, yang menimbulkan keprihatinan besar terhadap para pengungsi yang kembali, dan menempatkan mereka dalam permainan perang yang sedang berlangsung.

Tentara Bayaran Saudi Gunakan Pengungsi Ma'rib Sebagai Tameng Manusia
Pengungsi Ma’rib

Dia juga menambahkan “Tak satu pun dari kami ingin menjadi bagian dari permainan perang. Kami melarikan diri ke sini untuk berada jauh dan kami tidak ingin berada di tengah pertempuran hari ini. Kami tidak tahu tujuan mereka di Marib, mengusir dari kamp selama 20 hari dan menyita peralatan kami, lalu memaksa kami kembali ke kamp”.

“Siapapun yang menolak untuk kembali diancam akan dimasukkan ke dalam penjara,” ujar pengungsi itu.

BACA JUGA:

Dalam konteks yang sama, sumber-sumber militer mengungkapkan bahwa mereka telah mendeteksi pergerakan pasukan bayaran yang mencurigakan di dalam kamp selama dua minggu terakhir, karena petugas dan kru film dan juru foro Arab Saudi hadir di dalam kamp untuk para pengungsi.

Sumber tersebut memperingatkan kemungkinan genosida yang dilakukan oleh tentara bayaran, kemudian menuduhkannya kepada tentara Yaman dan komite populer seperti yang terjadi di Suriah, dengan propaganda serangan kimia palsu.

Dia kemudian menambahkan, “Kami tidak mengesampingkan pembantaian yang dilakukan oleh tentara bayaran di Marib terhadap para pengungsi dan memainkannya sebagai kartu terakhir untuk mencoba menekan pasukan Yaman dan komite populer untuk menghentikan pembebasan provinsi Marib”.

Tentara bayaran (milisi Islah) sebelumnya telah menghadirkan secara paksa “para wanita” dari kamp pengungsian pada larut malam, tanpa alasan apa pun, dan baru-baru ini menculik beberapa wanita terlantar dengan tuduhan “kerja paksa,” di tengah laporan bahwa mereka telah diserahkan ke pasukan Saudi. (ARN)

Sumber: Al-Masirah

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30645 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.