Nasrallah: Nasib Perang di Masa Depan Ditentukan oleh Perlawanan

Nasrallah: Nasib Perang di Masa Depan Ditentukan oleh Perlawanan
Sekjen Hizbullah, Live

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COMSekretaris Jenderal (Sekjen) Hizbullah, Sayed Hassan Nasrallah dalam pidatonya pada Rabu malam (31/03) menyatakan bahwa nasib perang apapun yang kemungkinan terjadi di masa depan akan ditentukan oleh poros perlawanan.

“Front perlawanan regional telah melalui tahap terberat dalam sejarahnya selama dekade terakhir mengingat perkembangan yang menargetkan Lebanon, Suriah, dan Irak, serta sanksi keras AS terhadap Iran,” kata Nasrallah sebagaimana dikutip Press TV.

BACA JUGA:

“Poros perlawanan secara serius mengupayakan peningkatan kemampuannya…. Kemampuan inilah yang akan menentukan nasib (dalam) peperangan apapun di masa depan,” tambahnya.

Nasrallah: Nasib Perang di Masa Depan Ditentukan oleh Perlawanan
Sekjen Hizbullah, Live

AS dan Israel Menuju Keruntuhan dan Kehancuran

Hassan Nasrallah dalam pidatonya juga menekankan bahwa Israel saat ini sedang menuju keruntuhan dan kehancuran seperti tuannya Amerika Serikat. Ini tercermin dari sikap negara paman Sam itu terhadap Iran di bawah pemerintahan AS yang baru.

Nasrallah menunjukkan bahwa “keinginan diplomasi” Amerika Serikat terhadap Iran di bawah pemerintahan Biden bukanlah sesuatu yang dihasilkan dari kemurahan hati pihak Washington, melainkan hasil dari meningkatnya kekuatan Iran.

BACA JUGA:

“AS tidak seperti dulu lagi,” katanya, menekankan bahwa negara itu dalam tahap hampir runtuh, sebuah kenyataan yang telah ditekankan oleh Pemimpin Republik Islam Iran Ayatullah Sayed Ali Khamenei.

Mengenai rezim pendudukan, Nasrallah mengatakan, “Israel sedang menuju keruntuhan dan kehancuran seperti tuannya.”

Nasrallah kembali mengajak semua untuk merenungkan “Keruntuhan Amerika” seperti yang dijelaskan oleh Ayatollah Khamenei. “Jalur AS adalah jalur keruntuhan dan kejatuhan, dan jalur perlawanan adalah jalur yang menanjak,” ujarnya.

Pemimpin Hizbullah itu menekankan bahwa Iran yang tidak menyerah kepada Amerika di bawah kampanye “Tekanan maksimum” melalui sanksi oleh mantan presiden Donald Trump dulu, tidak akan pernah menyerah kepada Washington sekarang. Apalagi Republik Islam sekarang berada dalam posisi hampir mengatasi masalah pengepungan dan sanksi, dan telah membuktikan kekuatan dan kemampuannya. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30628 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.