NewsTicker

Polisi Tangkap 4 Orang Karena Sebar Ideologi Teroris Wahabi

Polisi menangkap empat tersangka terkait dengan pelanggaran penyebaran ideologi ekstremis dan Wahabisme dengan bantuan platform medsos

Polisi Tangkap 4 Orang Karena Sebar Ideologi Teroris Wahabi Ideologi Teroris Wahabi

Sri Langka, ARRAHMAHNEWS.COMJuru bicara polisi Srilanka, Ajith Rohana, mengatakan bahwa Petugas Divisi Investigasi Terorisme (Terrorism Investigation Division/TID) menangkap empat tersangka terkait dengan pelanggaran penyebaran ideologi ekstremis dan Wahabisme dengan bantuan platform media sosial.

Polisi, sebagaimana dikutip Daily Mirror, mengatakan bahwa dua tersangka, adalah seorang pria berusia 31 tahun dari Wellampitiya dan seorang pria berusia 32 tahun dari Thihariya. Mereka kembali dari Qatar setelah bekerja disana selama beberapa tahun.

BACA JUGA:

“Selama mereka bekerja di Qatar, mereka telah membuat grup WhatsApp yang dikenal sebagai ‘One Umma’ dan telah mengedarkan berbagai ideologi yang terkait dengan ekstremisme dan Wahabisme diantara orang-orang Sri Lanka yang berada di grup mereka,” kata juru bicara itu.

Investigasi telah mengungkap bahwa mereka telah mempromosikan ideologi ekstremisme dan Wahabisme yang dibawa Zahran Hashim. Karenanya, pihak berwenang Sri Lanka memberitahu pihak berwenang Qatar tentang aktivitas mereka tentang grup media sosial yang mereka buat.

BACA JUGA:

Daily Mirror Srilanka pada Kamis (01/04) menyebut bahwa setelah penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas Qatar, para tersangka itu akhirnya dideportasi. Setelah diselidiki oleh TID, para tersangka ditangkap kemarin.

“Penyelidikan juga mengungkapkan bahwa salah satu pria terlibat dalam penerbitan sumpah bai’at oleh Zahran segera setelah serangan Minggu Paskah,” kata juru bicara polisi.

Diketahui pula bahwa ia pernah terlibat dalam penerbitan berbagai foto dan video yang berkaitan dengan ekstremisme dan Wahabisme. Para tersangka ditahan oleh TID berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Terorisme (PTA).

BACA JUGA:

Sementara itu, dua tersangka lainnya (38, 37) telah ditangkap di Muthur. Penyelidikan mengatakan bahwa keduanya telah mengajar di kelas-kelas pada tahun 2018. Kelas-kelas itu dilakukan oleh pengikut Zahran Hazim. Duo ini juga dibawa ke TID untuk penyelidikan lebih lanjut

Zahran Hashim adalah seorang ustad radikal Srilanka yang merupakan dalang serangkaian serangan di gereja dan hotel Hotel Shangri-La, Kolombo, pada Minggu Paskah tahun lalu. Setidaknya 250 meninggal dunia dalam serangkaian serangan terkoordinasi tersebut. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: