WSJ: Terus Digempur Yaman, AS Kurangi Pasukan yang Dikerahkan ke Saudi

WSJ: Terus Digempur Yaman, AS Kurangi Pasukan yang Dikerahkan ke Saudi
Kapal induk USS Nimitz saat transit di Selat Hormuz pada September 2020.

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COMThe Wall Street Journal (WSJ)melaporkan pada hari Kamis (01/04) bahwa Presiden AS Joe Biden telah mengarahkan Pentagon untuk mulai menghapus beberapa kemampuan dan kekuatan militer dari kawasan Teluk dalam langkah pertama dari upaya untuk menyelaraskan kembali jejak militer global Amerika Serikat dari Timur Tengah. Perubahan ini dilakukan pada saat Arab Saudi secara intens digempur  serangan roket dan drone dari Yaman dan Irak.

Surat kabar tersebut menyatakan dalam sebuah laporan eksklusif bahwa Amerika Serikat telah menarik setidaknya tiga baterai dari sistem rudal pertahanan udara Patriot, mencatat bahwa salah satunya dikerahkan dalam beberapa tahun terakhir di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi untuk melindungi pasukan Amerika yang dikerahkan disana.

BACA JUGA:

Surat kabar tersebut dengan mengutip pejabat AS, mengonfirmasi bahwa beberapa sistem pengintaian ditarik dari Timur Tengah untuk memenuhi kebutuhan militer Washington di wilayah lain. Sumber WSJ menambahkan bahwa opsi lebih lanjut untuk mengurangi kehadiran militer Amerika di kawasan saat ini sedang dipelajari.

WSJ: Terus Digempur Yaman, AS Kurangi Pasukan yang Dikerahkan ke Saudi
Kapal induk USS Nimitz saat transit di Selat Hormuz pada September 2020.

Secara khusus, para pejabat mengkonfirmasi kepada surat kabar tersebut bahwa inisiatif telah diajukan untuk menarik sistem rudal pertahanan udara THAAD dari kawasan. Tetapi sistem rudal itu masih berada disana sampai sekarang.

Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa langkah-langkah ini membuka jalan untuk menarik beberapa ribu tentara Amerika dari Timur Tengah di masa depan, mencatat bahwa kehadiran militer Amerika di kawasan saat ini diperkirakan mencapai 50.000 tentara, dibandingkan dengan 90.000 pada puncak eskalasi. antara Amerika Serikat dan Iran dua tahun lalu selama era mantan Presiden Donald Trump.

BACA JUGA:

Para pejabat menyatakan kepada surat kabar itu bahwa, dengan latar belakang pengurangan ini, Pentagon mengalokasikan tim ahli yang mempelajari opsi untuk mendukung Arab Saudi, yang saat ini berada di bawah serangan intens oleh kelompok-kelompok yang dianggap terkait dengan Iran di Yaman dan Irak, menjelaskan bahwa idenya adalah untuk memindahkan beban Washington melindungi tanah kerajaan kepada Riyadh.

Surat kabar tersebut menyebutkan bahwa langkah-langkah yang sedang dipelajari oleh para ahli di Pentagon itu meliputi penyediaan beberapa jenis senjata pertahanan, termasuk sistem untuk mencegat rudal kepada Arab Saudi, selain memperluas pertukaran data intelijen, program pelatihan dan program pertukaran antara militer dua negara.

Para pejabat mengatakan bahwa pemotongan ini terjadi dalam tahap awal gerakan pemerintahan Biden untuk mengurangi kehadiran Amerika di Timur Tengah, menekankan bahwa beberapa peralatan yang akan ditarik dari kawasan, termasuk drone pengintai dan sistem anti-rudal, mungkin akan dipindahkan ke wilayah lain, dalam tindakan yang ditujukan terhadap mereka yang oleh pejabat Pentagon dianggap sebagai musuh terbesar Amerika Serikat di dunia, termasuk China dan Rusia. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31262 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.