NewsTicker

BREAKING NEWS! Upaya Kudeta di Yordania, Mantan Putra Mahkota Dilaporkan Ditangkap

Pihak berwenang menuduh Ratu Noor dan putranya, mantan Putra Mahkota, Pangeran Hamzah, berada dibalik kudeta, menjadikan mereka sebagai tahanan rumah.

BREAKING NEWS! Upaya Kudeta di Yordania, Mantan Putra Mahkota Dilaporkan Ditangkap Raja Abdullah II dan Pangeran Hamzah bin Husein

Yordania, ARRAHMAHNEWS.COMKantor Berita resmi Yordania “Petra” melaporkan bahwa otoritas keamanan di Yordania telah menangkap beberapa mantan pejabat terkemuka karena alasan keamanan, surat kabar “Washington Post” mengatakan bahwa penangkapan itu dilakukan dengan latar belakang rencana untuk menggulingkan Raja Abdullah.

Pada Sabtu malam (03/04), Yordania melaksanakan penangkapan mantan kepala istana kerajaan dan pejabat lainnya karena “Alasan keamanan”.

BACA JUGA:

Kantor Berita resmi Yordania “Petra” menyebut nama-nama yang ditangkap adalah “Sharif Hassan bin Zaid, dan mantan kepala istana, Ibrahim Awad Allah”.

Sementara itu, surat kabar Washington Post melaporkan bahwa pihak berwenang menuduh Ratu Noor dan putranya, mantan Putra Mahkota, Pangeran Hamzah bin Al Hussein berada dibalik kudeta, dan menjadikan mereka sebagai tahanan rumah. Namun sumber informasi mengonfirmasi kepada Petra bahwa Pangeran Hamzah “tidak berada di bawah tahanan rumah, seperti yang dilaporkan beberapa media.”

BREAKING NEWS! Upaya Kudeta di Yordania, Mantan Putra Mahkota Dilaporkan Ditangkap

Raja Abdullah II dan Pangeran Hamzah bin Husein

Menurut laporan yang belum dikonfirmasi di media sosial, ada sebanyak 20 kendaraan dikatakan telah menggerebek rumah Hamzah di pinggiran kota Amman Barat, menempatkannya di bawah tahanan rumah dan menahan anggota petugas keamanannya.

Surat kabar Amerika itu menambahkan dengan mengutip seorang pejabat intelijen, bahwa “penangkapan dilakukan dengan latar belakang perencanaan komplotan untuk menggulingkan Raja Abdullah”.

BACA JUGA:

Menurut pejabat intelijen yang dikutip WP, “Anggota lain dari keluarga kerajaan terlibat dalam komplotan tersebut, bersama dengan para pemimpin suku dan petugas keamanan,” mengatakan bahwa “tidak jelas apa yang sebenarnya mereka rencanakan.” Pejabat itu menggambarkan rencana Kudeta tersebut sebagai rencana yang “terorganisir dengan baik,” menambahkan bahwa “tersangka mungkin memiliki hubungan eksternal.”

The “Washington Post” juga mengutip pejabat di istana kerajaan Yordania yang menggambarkan rencana itu sebagai “konspirasi” yang meliputi para”pemimpin suku dan pejabat dari dinas keamanan.” (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: