NewsTicker

Yordania Lancarkan Investigasi Terkait Kudeta Gagal

Hassan bin Zaid sebelumnya adalah utusan khusus Raja Abdullah untuk Arab Saudi. Beberapa situs web lokal Yordania mengatakan bahwa ia berkewarganegaraan Saudi.

Yordania Lancarkan Investigasi Terkait Kudeta Gagal Raja Jordania

Yordania, ARRAHMAHNEWS.COM Mayor Jenderal Yousef Huneiti, ketua angkatan bersenjata Yordania, mengatakan bahwa negara itu melakasanakan investigasi terkait upaya kudeta gagal yang baru saja terjadi pada Hari Sabtu (03/04).

“Investigasi terus berlanjut. Kami akan mengumumkan hasilnya setelah kami selesai. Semua prosedur diambil sesuai hukum. Semua orang berada di bawah hukum. Keselamatan dan stabilitas Yordania adalah prioritas utama,” ujarnya sebagaimana dikutip Middle East Eye.

BACA JUGA:

Yordania Lancarkan Investigasi Terkait Kudeta Gagal

Raja Jordania dan Pasukan

Yaser al-Majali, direktur kantor Pangeran Hamzah sang mantan Putra Mahkota kerajaan, dan Adnan Abu Hammad yang mengelola istana pangeran, termasuk di antara para tahanan.

Hassan bin Zaid, anggota kerajaan yang juga ditangkap, sebelumnya adalah utusan khusus Raja Abdullah untuk Saudi. Beberapa situs web lokal di Yordania mengatakan bahwa ia memegang kewarganegaraan Saudi.

Setelah bekerja di kantor raja dan menjalankan tugas sebagai menteri keuangan, Awadallah mendirikan bisnis baru di UEA dan Arab Saudi. Beberapa sumber mengatakan ia bekerja sebagai konsultan untuk Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

BACA JUGA:

Pangeran Hamzah adalah putra mendiang Raja Hussein dan istri keempatnya, Ratu Noor yang adalah kelahiran AS. Ia diberhentikan sebagai putra mahkota pada tahun 2004 untuk mendukung putra Raja Abdullah, Hussein.

 

Dalam sebuah pernyataan, pengadilan kerajaan Saudi mengatakan: “Kami mendukung Yordania dan mendukung keputusan Raja Abdullah untuk menjaga keamanan negaranya.”

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menggambarkan Raja Abdullah sebagai “mitra kunci” dan mengatakan mereka “mendapat dukungan penuh kami”.

Mesir menyuarakan dukungannya untuk raja dan upayanya “untuk menjaga keamanan dan stabilitas kerajaan terhadap setiap upaya untuk merusaknya”, juru bicara kepresidenan Mesir menulis di Facebook.

Dewan Kerjasama Teluk mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa GCC mendukung Yordania dan semua langkahnya untuk menjaga keamanan dan stabilitas. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: