Think-tank AS Gambarkan Houthi sebagai Hizbulllah Baru di Laut Merah

Think-tank AS Gambarkan Houthi sebagai Hizbulllah Baru di Laut Merah
Yahya Saree pamerkan Rudal Yaman

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Sebuah studi oleh sebuah tink tank pro-Israel di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kemampuan militer yang meningkat dari Angkatan Bersenjata Yaman telah semakin mengkhawatirkan Amerika Serikat dan entitas Zionis. Studi menekankan bahwa perkembangan signifikan Ansharullah membuat kelompok ini sebagai Hizbullah Selatan baru di Laut Merah.

The Washington Institute for the Near East Policy dalam studi mereka yang berjudul “Yaman Southern Hezbollah: Implications of Houthi Missile and Drone Improvements”, meminta pemerintah AS untuk menangani “Houthi” sebagai tantangan yang akan melampaui perang di Yaman.

BACA JUGA:

Dengan mempelajari berbagai serangan Yaman baru-baru ini di front dalam negeri Saudi, studi tersebut berkonsentrasi pada pengembangan industri rudal dan drone Yaman, meminta diplomat dan perencana militer AS untuk memasukkan kompleks ancaman ini ke dalam perhitungan masa depan mereka di luar perang Yaman saat ini.

Think-tank AS Gambarkan Houthi sebagai Hizbulllah Baru di Laut Merah
Yahya Saree pamerkan Rudal Yaman

Studi tersebut juga mempertimbangkan bahwa angkatan bersenjata Yaman dapat mengembangkan industri perakitan rudal/drone dengan peningkatan jangkauan lebih jauh. Menambahkan bahwa pasukan Yaman akan dapat mencapai target baru jika mereka menginginkannya dan mungkin itu adalah ‘Israel’.

BACA JUGA:

 

Ini mengingat penentangan Ansharullah terhadap entitas pendudukan itu. Studi tersebut juga mengklaim bahwa Ansharullah bisa juga mencapai bahkan target di Mesir dan Yordania sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengerahkan diri di Laut Merah (misalnya, menghalangi pelayaran internasional, menargetkan infrastruktur Terusan Suez).

Studi memperingatkan kemungkinan kemenangan tentara Yaman dan komite populer (Ansarullah) di Marib, mengingat bahwa menang atau imbang akan menjadikan Houthi sebagai “‘Hizbullah selatan’ baru di Laut Merah. Mencerminkan posisi Lebanon Hizbullah di Mediterania, dengan persenjataan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone yang terus berkembang yang mampu mengancam Terusan Suez, Selat Bab al-Mandab, negara-negara Teluk, negara-negara Laut Merah, dan bahkan mungkin ‘Israel’ ”. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30645 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.