Iran: Agenda Utama Pertemuan Wina Cabut Semua Sanksi Kejam AS

Iran: Agenda Utama Pertemuan Wina Cabut Semua Sanksi Kejam AS
Khatibzadeh

Tehran, ARRAHMAHNEWS.COMJuru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa agenda utama pada pertemuan yang akan datang Komisi Bersama JCPOA di Austria adalah pencabutan sanksi AS terhadap Tehran.

Berbicara pada konferensi pers pada hari Senin (05/04), Saeed Khatibzadeh mengatakan bahwa agenda pertemuan 6 April Komisi Gabungan JCPOA di Wina adalah pencabutan sanksi kejam AS, atau bagaimana pihak lain harus menghormati komitmen mereka berdasarkan kesepakatan nuklir 2015.

BACA JUGA:

Ia juga menekankan bahwa Iran tidak akan menerima rencana langkah demi langkah untuk pencabutan sanksi.

Iran: Agenda Utama Pertemuan Wina Cabut Semua Sanksi Kejam AS
Khatibzadeh

“Tehran akan menyambut baik rencana AS untuk memperbaiki kebijakan masa lalu dan kembali ke jalur yang benar,” katanya sebagaimana dikutip Tasnim.

“Jalannya jelas, dan itu adalah penghapusan penuh sanksi Amerika Serikat terhadap Iran,” ujar juru bicara itu menggarisbawahi, mencatat bahwa perwakilan Iran dan Grup 4+1 akan mengadakan negosiasi teknis dan hukum.

BACA JUGA:

Delegasi Iran pada pertemuan besok akan dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, ujarnya.

Menyusul pertemuan ke-18 Komisi Bersama JCPOA yang diadakan melalui konferensi video pada hari Jumat, para peserta memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan di Wina minggu depan untuk melanjutkan konsultasi dan menentukan langkah-langkah terkait dengan penghentian sanksi AS.

JCPOA ditandatangani pada 2015 antara Iran dan Grup 5 + 1 dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Namun, presiden AS saat itu, Donald Trump, secara sepihak menarik Washington keluar dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018 dan menerapkan kembali sanksi anti-Iran yang telah dicabut oleh kesepakatan tersebut.

Karena partai-partai Eropa yang tersisa gagal memenuhi komitmen mereka pada kesepakatan dan mengkompensasi ketidakhadiran Washington, Iran pada Mei 2019 bergerak untuk mengurangi komitmen JCPOA-nya. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30645 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.