Terungkap di Pengadilan, Dokter Tegaskan George Floyd Mati Kehabisan Napas

Terungkap di Pengadilan, Dokter Tegaskan George Floyd Mati Kehabisan Napas
Demo Tuntut Pembunuhan George Floyd

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COMDokter yang menyatakan kematian George Floyd, bersaksi dalam persidangan pada hari Senin, mengatakan bahwa Floyd kemungkinan besar mati lemas karena kehabisan napas.

Laporan yang dikutip FNA menyebut bahwa Bradford Langenfeld, petugas medis di Hennepin County Medical Center, adalah saksi pertama yang memberikan bukti pada minggu kedua persidangan Derek Chauvin pada hari Senin.

BACA JUGA:

Di bawah interogasi oleh jaksa penuntut Jerry Blackwell, dokter tersebut mengatakan kepada juri bahwa dia yakin jantung Floyd kemungkinan besar berhenti pada 25 Mei lalu karena dia tidak mendapatkan cukup oksigen.

 

“Jumlah waktu yang tersisa bagi pasien dalam serangan jantung tanpa CPR secara nyata menurunkan kemungkinan bertahan hidup,” ujar Dr Langenfeld di pengadilan,sebelum menjelaskan bahwa peluang tersebut turun 10 hingga 15 persen setiap menit.

Dr Langenfeld membenarkan bahwa dia tidak menerima laporan bahwa CPR telah dilakukan oleh salah satu dari empat petugas polisi atau saksi di tempat kejadian sebelum paramedis tiba.

Terungkap di Pengadilan, Dokter Tegaskan George Floyd Mati Kehabisan Napas
Dr Langenfeld

Dr Langenfeld juga menceritakan bagaimana paramedis telah berjuang untuk menghidupkan kembali Floyd selama 30 menit pada saat dia tiba di bangsal, tetapi terlepas dari upaya mereka, aktivitas di jantung tidak cukup kuat untuk memicu denyut nadi.

Petugas medis itu tidak bisa mengingat apakah Floyd masih diborgol pada saat kedatangan, tetapi ia ingat melihat lekukan dari borgol di pergelangan tangannya.

Ketika kesaksian langsungnya berakhir, Dr Langenfeld mengatakan kepada pengadilan bahwa ia telah mempertimbangkan sejumlah kemungkinan penyebab berhentinya jantung Floyd dan menyimpulkan bahwa berdasarkan informasi yang ia miliki, penyebabnya adalah hipoksia, kekurangan oksigen atau asfiksia.

BACA JUGA:

Dr Langenfeld mengumumkan Floyd meninggal setelah 30 menit di rumah sakit, saat itu dia sudah hampir satu jam tanpa denyut nadi.

Pembelaan Chauvin berpendapat bahwa kematian Floyd kemungkinan besar disebabkan oleh penggunaan narkoba dan kondisi kesehatan. Saat ditanyai oleh pengacara Chauvin, Langenfeld mengakui bahwa fentanil dan metamfetamin (keduanya ditemukan dalam sistem Floyd) dapat menyebabkan hipoksia, atau kekurangan oksigen.

Namun laporan koroner distrik Hennepin, bagaimanapun, telah mendaftar penggunaan fentanil dan metamfetamin sebagai “kondisi signifikan” tetapi bukan sebagai “penyebab kematian”.

Mantan polisi Minneapolis, Chauvin, 45, didakwa melakukan pembunuhan setelah menjepit leher Floyd selama sembilan menit 29 detik. Ia mengelak dan mengaku tidak bersalah, dengan alasan bahwa ia hanya melakukan apa yang ia dilatih untuk lakukan selama 19 tahun sebagai polisi. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31262 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.