NewsTicker

Tolak Penyelidikan, Israel Tak Akui Kewenangan ICC

Sehari sebelum tenggat waktu, kantor Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa entitas itu setuju "untuk tidak bekerja sama dengan [ICC]

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM – Entitas apartheid “Israel” mengumumkan pada hari Kamis (08/04) bahwa mereka telah secara resmi memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan penyelidikan kejahatan perang yang dilaksanakan Pengadilan Kriminal Internasional [ICC] mengenai situasi di wilayah pendudukan Palestina.

Kepala jaksa ICC mengumumkan pada 3 Maret bahwa ia telah membuka penyelidikan penuh atas situasi di wilayah pendudukan.

ICC mengirimkan pemberitahuan penangguhan pada 9 Maret. Pemberitahuan itu  memberi “Israel” dan Otoritas Palestina waktu satu bulan untuk memberi tahu hakim apakah mereka sedang menyelidiki kejahatan yang serupa dengan yang sedang diselidiki oleh ICC.

Menurut Al-Ahded, sehari sebelum tenggat waktu, kantor Perdana Menteri “Israel” Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan. Mengatakan bahwa pemerintah entitas itu telah setuju “untuk tidak bekerja sama dengan [ICC].”

Pernyataan tersebut mengatakan “Israel” akan mengirim surat ke pengadilan untuk “sepenuhnya menolak klaim bahwa ‘Israel’ melakukan kejahatan perang.”

BACA JUGA:

Surat itu juga akan “menegaskan kembali posisi tegas ‘Israel’ bahwa pengadilan Den Haag tidak memiliki wewenang untuk membuka penyelidikan terhadapnya.”

Palestina, yang telah menjadi pihak negara ICC sejak 2015, menyambut baik penyelidikan tersebut dan mengatakan mereka tidak akan meminta penangguhan apa pun.

ICC merupakan Pengadilan kejahatan perang permanen satu-satunya di dunia. Didirikan pada 2002 untuk mengadili kejahatan kemanusiaan terburuk di mana pengadilan lokal tidak mau atau tidak dapat turun tangan.

BACA JUGA:

Jaksa ICC Fatou Bensouda mengatakan bahwa penyelidikannya akan mencakup situasi di Jalur Gaza yang diblokade bersama dengan Tepi Barat yang Diduduki dan Al-Quds timur sejak 2014.

Penyelidikan ini terutama akan fokus pada Perang Gaza 2014, juga akan menyelidiki kematian para demonstran Palestina mulai 2018 dan seterusnya.

Netanyahu mengatakan keputusan untuk membuka penyelidikan itu adalah “esensi dari anti-Semitisme” dan mengklaim bahwa “Israel” sedang “diserang.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: