80% Tahanan Saudi yang Ditangkap saat Anak-anak Terancam Hukuman Mati

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Sebuah Kelompok anti-hukuman mati, Reprieve, pada hari Jumat (09/04) menyoroti bahwa 80% dari mereka yan ditangkap saat masik anak-anak dan dijatuhi dihukum mati di Arab Saudi masih menghadapi eksekusi, meskipun kerajaan telah mengumumkan reformasi hukum pada tahun 2020.

Pihak berwenang Saudi mengatakan tahun lalu mereka akan menghentikan hukuman mati setiap individu yang melakukan kejahatan saat di bawah umur dan akan menerapkan ini segera setelah disahkan.

Namun, pengumuman keputusan kerajaan pada Maret 2020 itu tidak dilaporkan oleh media pemerintah atau dipublikasikan di surat kabar resmi seperti kebiasaan selama ini. Kelompok hak asasi manusia dan anggota parlemen barat telah menyuarakan keprihatinan tentang penerapan reformasi hukum kerajaan ini.

BACA JUGA:

Ketika ditanya apakah keputusan itu berlaku untuk semua jenis kejahatan, Komisi Hak Asasi Manusia Saudi mengatakan kepada Reuters pada Februari itu bahwa keputusan hanya diterapkan pada kategori pelanggaran kecil di bawah undang-undang yang dikenal sebagai “ta’zeer.”

Menurut hitungan Reprieve, dari 10 orang yang saat ini berisiko dieksekusi di kerajaan, hanya dua dari mereka yang akan dilindungi oleh dekrit baru kerajaan.

“Ketika delapan dari 10 orang yang menghadapi hukuman mati karena kejahatan masa kanak-kanak tetap berisiko dieksekusi, sulit untuk melihat bagaimana sesuatu telah berubah, terlepas dari semua janji kemajuan dan reformasi,” kata Direktur Reprieve, Maya Foa. (ARN)

Sumber: Al-Ahed

About Arrahmahnews 29962 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.