Hizbullah: Kembalinya AS ke JCPOA Kemenangan Besar bagi Iran

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM – Hizbullah mengatakan potensi kembalinya Amerika Serikat ke kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara dunia akan menjadi “kemenangan besar” bagi Republik Islam.

Jika prospek seperti itu terwujud, “itu berarti (Iran) telah mencapai kemenangan besar,” Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Sheikh Naim Qassem mengatakan TV al-Manar pada hari Minggu.

“Setiap kemenangan bagi Iran adalah kemenangan bagi seluruh poros (perlawanan),” tambahnya.

Baca: 

Perjanjian tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), disepakati di Wina, dengan syarat mencabut sanksi atas Iran, yang pada gilirannya mempengaruhi beberapa perubahan sukarela dalam program energi nuklirnya yang damai.

Kesepakatan tersebut dielu-elukan oleh PBB sebagai pilar stabilitas regional dan internasional serta diratifikasi oleh resolusi Dewan Keamanan PBB dalam bentuk resolusi.

AS meninggalkan JCPOA pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi yang telah dicabut oleh kesepakatan itu. Rezim Israel serta beberapa sekutu regional dan internasionalnya memainkan peran utama dalam menghasut Amerika untuk keluar dari perjanjian tersebut.

Iran mengembalikan Washington dan non-komitmen lainnya ke JCPOA dengan serangkaian tindakan penanggulangan nuklir bertahap.

Pada hari Selasa, penandatangan kesepakatan yang tersisa meluncurkan pembicaraan baru di ibukota Austria untuk memeriksa potensi keringanan sanksi baru dan pembalikan langkah-langkah pembalasan Iran.

Republik Islam dengan tegas menolak pembicaraan apa pun dengan AS selama sanksi belum dicabut. Ia juga menegaskan bahwa itu hanya membalikkan pembalasan setelah yang terakhir mencabut semua sanksi dengan cara yang dapat diverifikasi oleh Teheran.

Pembicaraan Wina telah menghasilkan penilaian negatif dan positif. Pihak-pihak dalam pembicaraan telah setuju untuk mengambil posisi mereka pada Rabu depan.

Qassem mengatakan akan memakan waktu sekitar dua bulan untuk memulihkan kesepakatan nuklir, dan menambahkan, “Amerika menganggapnya lebih baik daripada tidak adanya kesepakatan sama sekali.” (ARN)

About Arrahmahnews 29523 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.