Kronologi Insinyur Jual Aset 6 Miliar untuk Gabung ISIS

Kronologi Insinyur Jual Aset 6 Miliar untuk Gabung ISIS
Kisah Insyinyur ISIS

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Warga Kemang, Jakarta Selatan (Jaksel), berinisial AM (50), divonis 4 tahun penjara. Insinyur itu dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana terorisme karena bergabung dengan ISIS dan merekrut WNI yang mau bergabung dengan organisasi teroris dunia itu.

Hal itu tertuang dalam putusan PN Jaktim yang dikutip dari website MA, Selasa (13/4/2021). Berikut ini kronologinya:

BACA JUGA: 

Pada 2007 AM mulai mengikuti pengajian garis keras di salah satu masjid di Jaksel. Tahun 2008 Rumah AM mulai dipakai untuk pengajian kelompok teroris. Di tahun 2014 ISIS dideklarasikan di Suriah. AM mulai tergerak bergabung.

Kronologi Insinyur Jual Aset 6 Miliar untuk Gabung ISIS
Kisah Insyinyur ISIS

 

Maret 2016 AM bersama istri dan dua anaknya berangkat ke Turki. Sebelum berangkat, AM menjual dua mobilnya dan laku Rp 160 juta. Tujuannya, bergabung dengan ISIS di Suriah.

Awalnya, mereka tinggal di apartemen yang dipesan lewat salah satu aplikasi. Mereka tinggal 1 bulan dengan visa turis dan setelahnya mengurus via izin tinggal selama 1 tahun.

Agustus 2016 AM meminta temannya di Jakarta menjual rumah di Kemang seharga Rp 6 miliar. Uang itu kemudian ditransfer dan dipakai untuk membeli apartemen di daerah Sogutlucesme, Istanbul, Turki.

AM berkali-kali mencoba menyeberang ke Suriah tetapi mengaku jalur belum aman sehingga mengurungkan niatnya.

BACA JUGA:

Pada 13 Februari 2017, izin tinggal AM di Turki habis. Dia pulang ke Jakarta. Di Jakarta, AM membuat KTP baru dan membuka rekening bank.

Kemudian 22 Februari 2017, AM kembali berangkat ke Turki. Sejak saat itu, AM memfungsikan apartemennya sebagai tempat singgah bagi WNI yang mau bergabung dengan ISIS.

Pada 23 November 2018, AM hendak pulang ke Indonesia. Namun, paspornya dicurigai pihak Imigrasi dan dia ditahan. AM dan keluarganya dideportasi ke Indonesia pada 30 November 2018.

AM kemudian ditangkap penyidik dan ditahan pada 13 Maret 2020, dan di bulan November AM mulai diadili di PN Jaktim.

PN Jaktim pada 31 Maret 2021 memutuskan AM terbukti melakukan tindak pidana terorisme.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun,” kata ketua majelis Yudisilen dengan anggota Alex Adam Faisal dan Nun Suhaini.

Majelis menyatakan AM terbukti memenuhi kualifikasi perbuatan yang diatur UU Terorisme. Apalagi, ISIS adalah organisasi terlarang. Sebab, tidak hanya di Suriah, akan tetapi juga merambah ke Indonesia. Di Indonesia, para pendukung ISIS telah menggunakan peralatan apa saja serta mengakibatkan dampak yang menimbulkan suasana teror dan rasa takut yang luas di kalangan masyarakat sipil.

“Di samping melakukan pelatihan militer, mereka juga melakukan intimidasi dengan berbagai senjata dan modus teror yang mengancam masyarakat sipil yang tidak memiliki pemahaman yang sama dengan mereka,” ujar majelis.

Pada 12 April 2021, PN Jaktim melansir putusan tersebut. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 29540 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.