Yaman Bantah Kedatangan Kapal yang Ditahan Saudi ke Hodeidah

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Perusahaan Minyak Yaman (YPC), pada Hari Rabu (14/04) membantah kedatangan kapal tanker apapun diantara kapal bahan bakar yang ditahan oleh agresi pimpinan Saudi ke pelabuhan Hodeidah.

YPC menyatakan bahwa “kekuatan agresi AS-Saudi” menahan 10 kapal minyak, termasuk sebuah kapal bermuatan gas”.

BACA JUGA:

Dalam keterangannya yang dikutip Al-Masirah, pihak perusahaan membenarkan bahwa agresi pimpinan Saudi terus menahan 9 kapal minyak dengan total muatan 246.855 ton bensin dan solar selama lebih dari 4 bulan.

Kapal-kapal ini ditahan meski telah menyelesaikan semua prosedur pemeriksaan dan verifikasi melalui mekanisme verifikasi dan misi inspeksi di Djibouti (UNVIM), dan memperoleh izin PBB yang mengkonfirmasi kepatuhan mereka dengan persyaratan.

“Penahanan ini melanggar konfigurasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang relevan dengan ketentuan Konvensi Internasional tentang Hak Asasi Manusia, aturan hukum humaniter internasional, hukum konflik bersenjata dan semua hukum dan adat istiadat yang berlaku,” tambahnya.

Ditegaskan pula bahwa peran internasional dalam memfasilitasi masuknya impor bahan pokok ke Yaman masih hanya pernyataan di atas kertas. Ini juga bertentangan dengan prinsip paling dasar perlindungan dan bantuan kemanusiaan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Eksekutif Perusahaan Minyak Yaman, Ammar Al-Adrai, mengatakan bahwa semua kapal ditahan di lepas pantai Jizan selama lebih dari setengah tahun, meski mendapat izin dari Komite Verifikasi dan Inspeksi PBB (UNVIM)) (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 29509 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.