Houthi: Setiap Pertemuan PBB Tanpa Solusi Krisis Yaman “Percuma dan Sia-sia”

Houthi: Setiap Pertemuan PBB Tanpa Solusi Krisis Yaman “Percuma dan Sia-sia”
Muhammad Ali Al-Houthi

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang anggota berpangkat tinggi Dewan Politik Tertinggi Yaman meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengutuk pihak-pihak yang terlibat dalam pembantaian orang-orang Yaman dan bukannya memuliakan mereka. Ia mengatakan bahwa setiap pertemuan oleh badan dunia itu yang tidak mengatasi krisis kemanusiaan parah di negara Arab miskin itu, “tidak berguna dan sia-sia”.

“Dewan Keamanan PBB akan mengagumi para pembunuh rakyat Yaman dengan dalih bahwa mereka mengizinkan kapal yang membawa turunan minyak memasuki Yaman. Pihak yang terkepung, di sisi lain, akan dihukum dan dinyatakan bersalah, “tulis Mohammed Ali al-Houthi dalam serangkaian posting yang diterbitkan di halaman Twitter-nya pada hari Kamis (16/04) saat Dewan dijadwalkan untuk mengadakan sesi tentang situasi di Yaman di hari itu.

BACA JUGA:

“Setiap pertemuan yang tidak berupaya mengakhiri krisis kemanusiaan terparah di dunia, dan tidak menyalahkan pelaku kampanye terorisme semacam itu, percuma dan sia-sia,” tandasnya.

Houthi kemudian mengkritik pendekatan Dewan Keamanan terhadap krisis Yaman.

“Juga hari ini, negara agresor Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab akan dihujani pujian yang berlebihan, dalam bentuk laporan ke Dewan Keamanan, dengan dalih pasokan listrik ke Yaman,” tulisnya.

“Bangsa Yaman dikepung dan dibantai dan masyarakat internasional menyesali fenomena tersebut. Ini sementara mereka yang bertanggung jawab atas kampanye terorisme, agresi militer dan blokade terhadap rakyat Yaman justru dipuji bukannya dikecam.”

Arab Saudi, yang didukung oleh AS dan sekutu regionalnya, melancarkan perang dahsyat di Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah mantan presiden Yaman kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan populer Ansarullah.

Angkatan bersenjata Yaman dan sekutu Komite Populer, bagaimanapun, kini semakin kuat dalam melawan penjajah yang dipimpin Saudi, dan meninggalkan Riyadh dan sekutunya terjebak di negara itu.

Houthi: Setiap Pertemuan PBB Tanpa Solusi Krisis Yaman “Percuma dan Sia-sia”
Muhammad Ali Al-Houthi

BACA JUGA:

Agresi militer yang dipimpin Saudi, sementara itu, telah menewaskan lebih dari 200.000 orang Yaman, dan membuat jutaan orang mengungsi.

Agresi juga telah menghancurkan infrastruktur Yaman dan menyebarkan kelaparan dan penyakit menular di negara Arab yang miskin itu.

Baru-baru ini seorang pejabat keamanan Yaman menyebutkan bahwa sedikitnya dua anak tewas dan empat lainnya cedera dalam serangan pasukan Saudi di provinsi Saada, di Yaman utara.

Pejabat itu menjelaskan bahwa pasukan koalisi pimpinan Saudi melancarkan pemboman di daerah al-Raqaw di distrik perbatasan Monabbih, menewaskan dua anak dan melukai dua lainnya serta dua wanita.

Daerah perbatasan Yaman menjadi sasaran pemboman rudal dan artileri Saudi yang terus menerus, mengakibatkan tragedi bagi warga sipil, di tengah keheningan internasional dan sikap keras kepala Saudi. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30000 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.