Ini Jawaban Mendikbud Terkait Polemik Nama Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, Nadiem: Itu Disusun Sebelum Saya Jadi Menteri

Ini Jawaban Mendikbud Terkait Polemik Nama Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, Nadiem: Itu Disusun Sebelum Saya Jadi Menteri
Mendikbud, Nadiem Makarim

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM¬†Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Dan bahkan para pentolan petinggi PKS dan para Oposan ikut bersuara mengenai hal ini. Hal ini menyusul hilangnya nama KH Hasyim Asy’ari hilang dari draf Kamus Sejarah yang dibuat Kemendikbud.

Menanggapi polemik itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Makarim menjelaskan bahwa kamus sejarah itu disusun sebelum dirinya menjabat pembantu presiden, tepatnya tahun 2017.

BACA JUGA:

Begitu mendengar isu Kamus Sejarah yang disusun tahun 2017 sebelum saya menjabat, saya langsung menugaskan Dirjen Kebudayaan untuk menyempurnakan kamus yang sempat terhenti.

Ini Jawaban Mendikbud Terkait Polemik Nama Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, Nadiem: Itu Disusun Sebelum Saya Jadi Menteri
Mendikbud, Nadiem Makarim

Kemendikbud tidak pernah menerbitkan Kamus Sejarah ini secara resmi, apalagi menggunakannya sebagai rujukan pembelajaran di sekolah. Saya meminta agar kamus yang disempurnakan dapat memberi manfaat bagi semua, termasuk mewadahi masukan dari @nahdlatululama.

Kemendikbud selalu mengedepankan komitmen penghormatan atas nilai-nilai sejarah dan perjuangan tokoh-tokoh bangsa termasuk K.H. Hasyim Asy’ari yang telah menorehkan sejarah panjang pendidikan dan kebudayaan, sekaligus tokoh NU yang menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Belajar dari sejarah senantiasa penting untuk kemajuan bangsa ini, kata Nadiem dalam unggahan video di akun Instagram @nadiemmakarim, Rabu (21/4/2021).

Dia menilai pendiri NU itu merupakan seorang guru dan menjadi panutan dari seluruh tokoh di Indonesia. Sebab, dari pemikirannya lahir sebuah organisasi islam yang selalu menjadi pilar kemajuan pendidikan Tanah Air.

BACA JUGA:

“KH Hasyim Asy’ari adalah guru dan panutan. NU yang lahir dari buah pemikiran beliau menjadi pilar terpenting dari setiap lini kemajuan bangsa. Bangsa ini berhak mengetahui tokoh yang berjasa,” kata dia.

Dia mengaku berniat mendirikan museum KH Hasyim Asy’ari di Jombang dan menerbitkan bukunya agar nantinya masyarakat Indonesia mengetahui sejarah hidup yang bersangkutan.

“Hal itu pun juga Mendikbud mendirikan museum KH Hasyim Asy’ari di Jombang dan menerbitkan bukunya. Pengabdian seorang kiai dalam membangun negeri. Saya memohon restu agar kamus sejarah yang belum dimiliki negara ini dapat kita lanjut sempurnakan bersama agar dapat memberikan manfaat untuk semua,” katanya. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 29539 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.