Organisasi HAM: Arab Saudi Culik Lawan Politik dan Aktivis

Organisasi HAM: Arab Saudi Culik Lawan Politik dan Aktivis
Keluarga Kerajaan Arab Saudi

Saudi Arabia, ARRAHMAHNEWS.COM Organisasi hak asasi manusia melaporkan bahwa pemerintah Saudi menculik lawan-lawan politiknya secara sistematis, dan mengatakan bahwa jumlah penculikan dalam beberapa tahun terakhir meningkat tajam.

Organisasi hak asasi manusia yang baru didirikan, SANAD, melaporkan penculikan ekstensif terhadap lawan dan pembangkang oleh pemerintah Saudi, menyebutnya sebagai kebijakan resmi di Riyadh. Menurut situs Saudi WikiLeaks, laporan tersebut menyatakan bahwa penculikan lawan bukanlah tindakan yang dilakukan secara sewenang-wenang oleh badan atau pejabat keamanan tertentu, tetapi merupakan proses yang sistematis.

BACA JUGA: 

Menurut organisasi hak asasi manusia, tidak ada tahanan di Arab Saudi yang tidak mengalami penculikan dengan kekerasan oleh aparat keamanan. Apalagi, belum ada laporan tentang nasib 60 aktivis HAM yang diculik.

Organisasi HAM: Arab Saudi Culik Lawan Politik dan Aktivis
Keluarga Kerajaan Arab Saudi

Tak satu pun dari mereka terdaftar oleh organisasi internasional, dan para pejabat Saudi menyimpan para aktivis hak asasi manusia yang ditahan dan diculik di tempat-tempat khusus dan rahasia, tambahnya.

Berdasarkan laporan tersebut, penculikan para pembangkang selama masa jabatan Mohammed bin Salman juga telah dilakukan di luar perbatasan Arab Saudi.

Sejumlah pengacara dan penentang pemerintah Saudi di London mendirikan organisasi hak asasi manusia “SANAD” untuk memantau situasi hak asasi manusia di Arab Saudi.

Situs Arabi 21 melaporkan bahwa pada peresmian organisasi SANAD di London, disebutkan bahwa tujuan pendiriannya adalah untuk memantau hak asasi manusia di Arab Saudi dan mengungkapkan represi oposisi rezim Mohammed bin Salman terhadap opini publik barat dan internasional.

Tujuan SANAD adalah untuk mendukung yang tertindas dan menanggapi penindas. Situasi hak asasi manusia di Arab Saudi sangat buruk dan menyakitkan. Penjara penuh sesak dan orang-orang dijatuhi hukuman penjara yang lama hanya karena posisi atau keyakinan mereka atau tweet atau kalimat,” kata Dr. Saeed Al-Qamdi, ketua dewan pengawas organisasi hak asasi manusia SANAD. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 29540 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.